Bos Grup Lippo, James Tjahaja Riady, harus merogoh kocek sebesar

BOS Grup Lippo, James Tjahaja Riady, harus merogoh kocek sebesar US$ 10 ribu (sekitar Rp 95 juta pada kurs Rp 9.500) pekan-pekan ini. Uang itu ia perlukan untuk membayar denda yang ditetapkan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dalam kasus sumbangan dana kampanye US$ 1 juta dari Grup Lippo kepada Partai Demokrat pada Pemilu 1992. Angka ini jauh di atas batas jumlah sumbangan pribadi yang diperkenankan di AS: US$ 20 ribu. Tak mengherankan, presiden Grup Lippo itu sempat dituding mencoba menyuap Presiden Bill Clinton demi sejumlah kemudahan bisnis di Amerika.

Pekan lalu, James-diwakili kuasa hukumnya di Los Angeles, Abbe D. Lowell-menerima dan menandatangani ketetapan tersebut. Selain denda uang, James mendapat hukuman wajib melakukan pelayanan masyarakat (community services) selama 400 jam serta tidak boleh memohon visa Amerika selama dua tahun mendatang. Ia harus menjalani hukuman ini dengan masa percobaan dua tahun.

Hasil investigasi Departeman Kehakiman AS menyimpulkan, sumbangan Grup Lippo hanya melanggar aturan kontribusi dana kampanye, dan tidak ada cukup bukti untuk tuduhan korupsi. Bagi Bill Clinton sendiri akan meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2001-kasus sumbangan ilegal bagi Partai Demokrat ini merupakan salah satu tuduhan serius yang harus ia hadapi sebagai presiden, di luar perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky.

Tatkala dikonfirmasi TEMPO, Ananta Widjaja-salah satu orang dekat James-membenarkan kesepakatan antara James Riyadi dan pihak Departemen Kehakiman AS. Ananta juga mengakui bahwa kesepakatan ini merupakan inisiatif Riady. “Mulai kini, persoalan tersebut selesai,” ujarnya.

Pekan lalu, James-diwakili kuasa hukumnya di Los Angeles, Abbe D. Lowell-menerima dan menandatangani ketetapan tersebut. Selain denda uang, James mendapat hukuman wajib melakukan pelayanan masyarakat (community services) selama 400 jam serta tidak boleh memohon visa Amerika selama dua tahun mendatang. Ia harus menjalani hukuman ini dengan masa percobaan dua tahun.

Hasil investigasi Departeman Kehakiman AS menyimpulkan, sumbangan Grup Lippo hanya melanggar aturan kontribusi dana kampanye, dan tidak ada cukup bukti untuk tuduhan korupsi. Bagi Bill Clinton sendiri akan meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari 2001-kasus sumbangan ilegal bagi Partai Demokrat ini merupakan salah satu tuduhan serius yang harus ia hadapi sebagai presiden, di luar perselingkuhannya dengan Monica Lewinsky.

Tatkala dikonfirmasi TEMPO, Ananta Widjaja-salah satu orang dekat James-membenarkan kesepakatan antara James Riyadi dan pihak Departemen Kehakiman AS. Ananta juga mengakui bahwa kesepakatan ini merupakan inisiatif Riady. “Mulai kini, persoalan tersebut selesai,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: