Hadiah Hiburan buat ‘Polisi Dunia’

DENGAN nama Allah, saya tak akan melakukan pembelaan diri,” kata Zacarias Moussaoui. Dengan seragam tahanan berwarna hijau gelap bertuliskan “prisoner”, pekan lalu Moussaoui menjadi pesakitan di ruang sidang pengadilan Virginia, Amerika Serikat. Ia terdakwa pertama kasus serangan terorisme yang meruntuhkan menara World Trade Center di New York, 11 September 2001, yang menewaskan lebih dari 3.300 orang.

Seberapa jauh laki-laki berdarah Maroko tersebut terlibat aksi teror yang begitu kolosal di abad ini itu? Moussaoui, sejak generasi kakeknya, hidup di Prancis dan menjadi warga negeri mode itu. Ia lahir 33 tahun silam di sebuah kawasan sederhana di pinggiran Kota Paris. Moussaoui mendapatkan pendidikan yang cukup baik. Pada 1996, ia meraih gelar master dari Universitas Southbank, Inggris.

Sejak saat itu, Moussaoui gemar melakukan perjalanan jauh. Biro Investigasi Federal Amerika (FBI) menunjukkan catatan perjalanan Moussaoui: ia pernah ke Jerman, Amerika, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan Malaysia. Menurut penyidikan FBI, pemuda yang oleh kawan-kawannya dipanggil “Shaqil” itu pernah pula mengenyam pelatihan terorisme di sebuah kamp Al-Qaidah di Afganistan. Dalam menjalankan aktivitas rahasianya, kata FBI, Moussaoui menggunakan nama samaran Abu Khalid al-Sahrawi.

Kini Moussaoui menghadapi tuduhan berat. Jaksa wilayah Virginia menyiapkan tuntutan berlapis yang berujung pada hukuman mati. Shaqil didakwa melakukan terorisme, berkomplot untuk membajak pesawat, menghancurkan pesawat, menggunakan senjata ilegal, membunuh warga Amerika, dan menghancurkan properti.

Sebenarnya, ada kejanggalan besar dalam kasus Moussaoui. Bujangan pendiam ini ditangkap oleh agen federal Amerika pada 16 Agustus 2001, sekitar sebulan sebelum bencana World Trade Center dan Pentagon itu. Di hari serangan itu, ia tengah mendekam dalam tahanan federal di Minneapolis, Minnesota.

Tapi FBI yakin bahwa Moussaoui bagian dari geng Muhamad Atta yang melakukan aksi terorisme dengan cara membajak pesawat komersial. Menurut versi FBI, Moussaoui ditangkap dengan beberapa barang bukti: manual Boeing 747 Model 400, program komputer untuk simulasi penerbangan, software tentang prosedur bagi pilot Boeing 747 Model 400, dan kertas kerja tentang teknologi global positioning system.

Tak cuma itu, FBI mengajukan bukti lain yang memberatkan. Pada September 2000, Moussaoui mengirim e-mail ke Sekolah Penerbangan Airman di Oklahoma untuk bisa mengikuti program pelatihan pilot. Ia mengikuti pelatihan di sekolah tersebut pada Februari 2001. Pada Juli 2001, Moussaoui kembali mengikuti pelatihan menerbangkan pesawat Boeing 747, di Akademi Penerbangan Pan Am International, di Minneapolis, Minnesota. Lalu ia ditangkap aparat AS karena terbukti melanggar batas waktu visa kunjungan.

Aktivitas Moussaoui yang dibeberkan oleh FBI, bila benar pun, belum tentu langsung berkaitan dengan peristiwa 11 September. Pengadilan masih harus membuktikan kaitan antara aktivitasnya itu dan aksi terorisme tersebut. Yang jelas yakin bahwa ia tak melakukan aksi teror dan menjadi anggota Al-Qaidah adalah Aicha el-Wafi, ibu kandung Moussaoui. Kepada pers, El-Wafi menyatakan bahwa anaknya tak terlibat dalam jaringan terorisme. Moussaoui, kata sang ibu, adalah orang baik yang tak tega membunuh binatang sekalipun. “Saya yakin ia tak melakukan yang dituduhkan secara keji itu,” katanya.

Kini terpulang pada proses pengadilan. Bila Moussaoui melakukan aksi diam, seberapa jauh hal itu bakal mempengaruhi dewan juri? Secara politis, terlepas dari bersalah atau tidaknya Moussaoui, pemerintah Amerika kini memerlukan kroco seperti Moussaoui. Setelah pengeboman Afganistan yang konon membawa korban lebih besar daripada peristiwa 11 September itu, dan juragan Al-Qaidah Usamah bin Ladin serta pemimpin Taliban Mullah Muhammad Umar belum juga terpegang hidup atau mati, Moussaoui bisa menjadi “hadiah hiburan” yang lumayan. Dunia menunggu adakah negara yang dijuluki kampiun demokrasi itu memang bisa menegakkan keadilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: