KISAH DARI ATAS PESAWAT

SYAHDAN, mereka memilih sebuah pagi, ketika lapangan udara umumnya didera kesibukan para pekerja dan pengelana. American Airlines 11 (Boeing 767) berangkat dari Bandara Boston Logan International pada pukul 7.59 dengan tujuan Los Angeles, tidak terlalu penuh, hanya berisi 92 penumpang dan awak pesawat. Sedangkan United Airlines 175 (Boeing 767), yang berangkat dari Boston pada pukul 7.58, juga hanya berisi 65 orang penumpang dan awak. Di Bandara Newark International, United Airlines 93 melesat menuju San Francisco. Sedangkan di Bandara Dulles International di Virginia, American Airlines 77 (Boeing 757) melesat pada pukul 8.10 menuju Los Angeles. Menurut Biro Penyelidik Federal (FBI) pemerintah AS, jumlah mereka 19 orang dan sudah melalui sebuah perencanaan dan strategi yang luar biasa matang. “Ini adalah operasi yang luar biasa kompleks,” kata ahli keamanan yang bekerja di National Security Council (Dewan Keamanan Nasional), Daniel Benjamin. “Sangat sukar membayangkan persiapan dan koordinasi yang harus dilakukan untuk melakukan ini semua,” tutur Benjamin.

Di antara 19 tersangka pelaku pembajakan, memang terdapat nama-nama yang memiliki kemampuan menerbangkan jenis pesawat yang dibajak: Boeing 757 dan Boeing 767. Mohammad Atta, misalnya, adalah seorang pilot lulusan Akademi Penerbangan di Florida, Amerika Serikat. Menurut Daniel Benjamin, melihat keberhasilan misi terorisme mereka, sudah pasti mereka mengadakan latihan berulang-ulang di bandara untuk meneliti keamanan setiap pesawat, cara pesawat beroperasi, dan ketepatan waktu setiap perusahaan. “Mereka pasti sering berlatih melakukan perjalanan,” kata Benjamin, “Tak mungkin mereka pertama kali melakukan perjalanan khusus untuk misi ini saja. Tak cuma bermodalkan keahlian terbang, para pembajak juga memiliki taktik jitu. Agar tak termonitor oleh pengawas lalu-lintas udara, pembajak mematikan transponder dan transmitter yang menjadi alat komunikasi pesawat. Akibatnya, selama pembajakan berlangsung, pihak ber-wenang tak mengetahui keadaan di pesawat secara pasti. Soal radar juga diperhitungkan. Pesawat-pesawat yang memiliki panjang 155 kaki itu terbang sangat rendah. Akibatnya, teknologi radar (radio detection and ranging) tak berjalan dengan baik.

Pada pukul 8.28, saat berada di atas Amsterdam, New York, pesawat American Airlines 11 melakukan putaran tajam dan terbang menuju arah selatan New York City. Menurut informasi Federal Aviation Administration, pesawat United Airlines 175 tidak mengubah arahnya hingga mencapai New Jersey. Anehnya, setelah lewat New Jersey, pesawat berganti arah menuju Manhattan, New York. Pada saat itulah tampaknya para penumpang sudah menyadari adanya pembajakan pesawat itu, dan telepon-telepon mulai berdering seperti yang diberitakan berbagai media. Salah satunya adalah telepon Barbara Olson, yang pagi itu mengendarai American Airlines 77 menuju Washington. Komentator televisi di CNN ini sempat berbagi ketegangan dengan sang suami melalui telepon genggam. Menurut Olson, para pembajak menggunakan senjata pisau dan cutter serta mengambil alih tugas pilot sembari menghardik sang pilot dan 58 penumpang lainnya ke bagian belakang pesawat.

Sementara itu, awak salah satu pesawat American Airlines juga berhasil meng-hubungi pusat operasi penerbangan lewat telepon genggam. Keadaan pesawat digambarkan telah diambil alih oleh sekelompok pria bersenjata tajam. Para pembajak menikam awak pesawat. Kemudian, mereka merusak pintu ruang cockpit. Pilot dan sebagian penumpang dikumpulkan di bagian belakang pesawat.

Telepon lain datang dari Jeremy, yang mengendarai United Airlines 93. Ia menelepon istrinya, Elizabeth, yang kemudian diwawancarai oleh wartawan MSNBC. Menurut Elizabeth, ia dan suaminya bahkan sempat berbincang selama 20 menit. “Suami saya mengatakan pesawatnya dibajak orang-orang berwajah keturunan Arab dan mengenakan ikat kepala merah. Mereka membawa benda semacam bom,” kata Elizabeth kepada wartawan MSNBC. Di saat menelepon itu, Jeremy menyatakan salah seorang penumpang lainnya yang juga saling bertelepon dengan keluarganya menceritakan bahwa ada dua pesawat yang menabrak World Trade Center. “Jeremy bertanya, benarkah berita tentang penabrakan World Trade Center?” Elizabeth, yang tengah berdiri tepat di ruang televisi dan menyaksikan adegan yang diulang-ulang itu, menjawab, “You have to be strong, ya, memang benar mereka menabrakkan pesawat itu ke World Trade Center.”

Pesawat pertama, American Airlines 11, memang menabrak World Trade Center (Utara) pada pukul 8.45 pagi. Pesawat United Airlines 175 menabrak WTC (Selatan) pukul 9.05. Pesawat American Airlines 77 menabrak Sayap Barat Pentagon 35 menit sesudahnya, dan United Airlines\yang menurut kabar intelijen menuju target Gedung Putih\terjatuh di Pittsburgh, Pennsylvania. Semua penumpang dan awak kapal diasumsikan tewas.

Selanjutnya adalah Selasa yang hitam. Intel dan keamanan AS dipertanyakan, apa saja yang mereka lakukan hingga peristiwa ini bisa terjadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: