Kurator Istana Guntur Siswoyo: “Semua Lukisan Harus Kembali ke Istana”

SEPERTI anak ayam kehilangan induknya. Begitulah nasib ribuan lukisan koleksi Bung Karno saat ini. Koleksi yang oleh para pengamat seni disebut sebagai mahakarya itu banyak yang hilang dan sebagian lagi tak terawat.

Sebenarnya, pemerintah tak berdiam diri. Pihak Sekretariat Negara menunjuk Guntur Siswoyo sebagai kurator istana pada 1974. Jebolan Akademi Seni Rupa Indonesia ini berkutat dengan ribuan benda seni koleksi istana, termasuk lukisan koleksi Bung Karno.

Dalam beberapa kesempatan, Setiyardi dari TEMPO mewawancarai Guntur Siswoyo. Kutipannya:

Bagaimana nasib lukisan koleksi Bung Karno saat ini?

Jumlah lukisan koleksi Bung Karno 1.776 buah. Yang berkualitas tinggi dipajang di Istana Negara, Istana Merdeka, dan Istana Bogor. Sedangkan yang tak begitu baik dipajang di Istana Cipanas dan Istana Tampak Siring.

A.R. Gapoer, kurator istana 1950-1967, menyatakan jumlah lukisan koleksi Bung Karno sekitar 3.000. Kok, bedanya besar sekali?

Setahu saya, hanya sekitar 25 lukisan yang hilang. Saya juga pernah melihat sebuah lukisan karya Gustavo Montoya, seorang pelukis legendaris asal Meksiko, di pasar loak Jalan Surabaya, Jakarta. Setelah diancam akan dipanggilkan polisi, pedagangnya mau mengembalikan ke istana.

Apakah pencurian itu melibatkan suatu jaringan mafia?

Saya pernah ikut membongkar sebuah pencurian. Seorang mafia lukisan yang bernama Sosro Doro, pada 1995, pernah ditangkap dan sempat dipenjarakan karena mencuri di Istana Bogor.

Istana dijaga ketat. Mengapa bisa dimasuki pencuri?

Setiap pencurian selalu melibatkan orang dalam, yaitu pegawai rendahan yang tak paham nilai seni. Untuk sebuah lukisan, mereka cuma dibayar 300-an ribu rupiah.

Bagaimana modus operandi pencurian itu?

Si pencuri mengganti lukisan asli dengan lukisan palsu. Agar tak ketahuan penjaga, bingkainya tak ikut diambil. Lukisan palsu itu dibuat oleh pelukis profesional atau dengan memakai scanner foto lukisan, kemudian dicetak di atas kanvas. Soal memalsu lukisan, orang Indonesia memang jagoan.

Kabarnya, Titiek Prabowo pada 1995 memamerkan puluhan lukisan istana dan tak mengembalikannya?

Saya memang pernah mendengar kabar itu, tapi tak punya bukti untuk menuduhnya. Sebagai anak presiden, barangkali ia punya jalur khusus. Kalau memang benar, akan saya lacak untuk diambil lagi. Semua lukisan istana harus kembali ke istana.

Seorang kolektor pernah ditawari lukisan istana oleh bekas kurator istana, A.R. Gapoer. Anda percaya?

Saya juga mendengar kabar itu, tapi tentu tak bisa menuduhnya tanpa bukti yang kuat. Saat Gapoer keluar, sedang terjadi pergantian kekuasaan dari Bung Karno ke Pak Harto. Semua orang sibuk dengan politik. Tidak ada orang yang peduli dengan nasib lukisan istana. Bisa jadi saat itu banyak lukisan yang hilang. Contohnya lukisan Wanita Bali karya Antonio Blanco dan Memotong Padi karya Rudolf Bonet.

Berapa nilai lukisan koleksi Bung Karno yang hilang itu?

Di Balai Lelang Christie Singapura, nilai tiap lukisan mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, lukisan tersebut menempati posisi sangat penting dalam sejarah perkembangan estetika Indonesia. Ini tak bisa dinilai dengan uang.

Kabarnya, keluarga Bung Karno akan mengambil lukisan tersebut?

Ini memang menjadi problem. Megawati telah mengambil sekitar 40 lukisan. Saya mendengar dari Kepala Istana Bogor bahwa Megawati sempat rasan-rasan untuk memiliki semua lukisan koleksi Bung Karno. Saya berharap semua lukisan bisa tetap berada di istana. Soalnya, Bung Karno pernah berwasiat lewat Joop Ave (saat itu Kepala Rumah Tangga Istana) agar lukisan koleksinya diserahkan kepada negara.

Benarkah Megawati meminta agar lukisan tersebut dipilah-pilah berdasarkan status kepemilikannya?

Di balik tiap lukisan tertera tulisan “milik Ir. Soekarno” atau “milik Presiden RI.” Persoalannya, yang ditulisi “milik Presiden RI” hanya sekitar dua lukisan. Jadi, kalau mengikuti keinginan Megawati, hampir semua lukisan akan diambil pihak keluarga. Saya khawatir lukisan tersebut makin tercecer.

Mengapa banyak yang rusak dan tak terawat?

Kami mempunyai tim yang merawat koleksi lukisan tersebut. Bila kotor karena debu, cukup dibersihkan dengan cairan picture cleaner yang relatif murah. Tapi, bila kanvasnya rusak, dibutuhkan biaya yang relatif mahal, bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Pihak Istana Bogor menyebut Anda sangat jarang mengurus lukisan. Benarkah?

Saya memang tidak selalu ke daerah. Secara persis, saya tidak ingat jumlah uang yang dikeluarkan untuk perawatan lukisan istana tiap tahunnya. Tapi anggaran kami sangat terbatas. Jadi, harus ada skala prioritas.

5 Responses

  1. Butuh Jasa Penilai Hubungin saya 085719022902 / 02191925541 Dengan Benny.H
    Atau lihat WWW. Markervaluer.com

  2. iya tuh harus nya pake jasa penilai,
    kasian bung karno,:(

  3. Mau jual Buku LUKISAN LUKISAN KOLEKSI IR DR SUKARNO diterbitkan oleh Pustaka Kesenian Rakyat Peking, Republik Rakyat Tiongkok tahun 1957. Jilid I dan Jilid II call Rudy 085782501049

  4. wa terima kasih artikelnya

  5. Saya menjual lukisan karya Otto Djaya, S. Djupriany, Gono, Sri Robustina, dll..

    Hub: 0856-9169-0022

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: