Perempuan di Balik Kepulan Asap Cerutu

DI balik asap cerutu yang mengepul, wajah seorang perempuan tampil. hSaya cuma seorang jaksa yang gemar merokok,h kata yang empunya wajah. Sebuah wajah yang kini menghiasi kulit muka koran-koran di seluruh dunia. Dialah Carla del Ponte, 55 tahun, yang namanya menjadi pembicaraan tentu saja bukan karena kegemarannya mengisap batang cerutu. Janda beranak satu ini memiliki kegemaran lain yang luar biasa: menyeret penjahat perang ke penjara.

Dia kini menjadi ikon dunia dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia. Tokoh kelahiran Swiss ini, sejak 11 Agustus 1999 lalu, didaulat menjadi jaksa penuntut dalam kasus bekas Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic dan kasus genocide 800 ribu penduduk Rwanda. Kedua kasus yang menyita perhatian dunia tersebut tengah disidangkan di pengadilan internasional Hague, di Kota Den Haag, Belanda. hIa tokoh yang berintegritas, keras, dan tak kenal kompromi,h kata Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan.

Untuk mencapai puncak itu, Del Ponte harus melalui jalan berliku. Tokoh yang fasih berbahasa Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia ini memiliki segudang pengalaman dalam bidang hukum. Setelah lulus dari Fakultas Hukum Universitas Bern, Jenewa, pada 1975, Del Ponte bekerja di sebuah firma hukum di Jenewa. Tak betah dengan profesi pengacara, ia melanjutkan pendidikannya ke jenjang magister hukum di bidang investigasi.

Setelah menyelesaikan magisternya, pada 1985, Del Ponte memasuki dunia birokrasi. Ia menjadi jaksa di wilayah Tocino, Swiss. Pelbagai kasus besar membuat nama Del Ponte menjulang tinggi. Bersama hakim Giovanni Falcone, Del Ponte membongkar skandal pizza connection\kasus pencucian uang senilai puluhan juta dolar AS yang dilakukan mafia dari Sisilia, Italia. Ketika itu, Swiss dikenal sebagai surga untuk menyimpan dan mencuci uang haram dari seluruh dunia.

Sebuah ledakan bom di dalam mobil menghancurkan tubuh Falcone berkeping-keping. Del Ponte selamat dan dia berjuang sendirian melawan para mafia Sisilia, bahkan ketika mereka telah memasang 50 kilogram trinitrotoluene (TNT) di fondasi rumahnya. Sejak saat itu, 2 carabineri bersenjata lengkap selalu mengawal ke mana pun Del Ponte pergi.

Prestasi dan keberanian Del Ponte yang luar biasa itu akhirnya membuahkan hasil. Pada 1994, perempuan yang memiliki tinggi badan 178 sentimeter ini dipercaya menjadi jaksa agung perempuan pertama Swiss.

Dengan jabatan yang tinggi, Del Ponte semakin bergairah dalam membantai bad guys. Ia berhasil membekukan tabungan para koruptor dari negara dunia ketiga. Puluhan juta dolar AS milik bekas Presiden Pakistan Benazir Bhutto dan simpanan senilai US$ 118 juta milik adik Presiden Meksiko Carlos Salinas dibekukan oleh pemerintah Swiss.

Sayangnya, kehidupan pribadi Del Ponte tak semulus karirnya. Pada 1983, pernikahan pertamanya berantakan dengan meninggalkan seorang anak laki-laki, yang identitasnya sengaja disamarkan. Dua tahun setelah bercerai, Del Ponte kembali menikah. Tapi perkawinan keduanya pun kandas di tengah jalan. hSaya tak bisa hidup dengan suami yang tak menghargai karir seorang istri,h katanya.

Kini, untuk menjaga stamina, Del Ponte menyempatkan diri mengikuti program body fitness setiap minggu. hBila ingin berhasil, stamina harus tetap sehat dan kuat,h katanya. Dan dengan staminanya yang luar biasa\di sela asap cerutu yang melingkar\dunia mengharapkan ia mampu menggiring Milosevic ke balik jeruji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: