Taliban dan Al-Qaidah Di-Guantanamo-kan

AMERIKA Serikat habis-habisan. Terorisme mesti dibasmi, dan untuk sementara ini istilah itu berarti Taliban dan Al-Qaidah. Bahkan mereka\anggota Taliban dan Al-Qaidah\yang sudah berada di tahanan pun diusahakan tak punya peluang menghirup udara bebas dalam waktu dekat. Caranya? Kamis pekan lalu 20 anggota Taliban dan Al-Qaidah diterbangkan 12.500 kilometer dari Afganistan ke pangkalan militer AS di Guantanamo, Kuba. Begitu hati-hati atau demi praktisnya, ke-20 prajurit itu dibius valium, tangan dan kaki diborgol sebelum dimasukkan ke pesawat. Dalam penerbangan sekitar 20 jam itu (transit di suatu tempat di Eropa untuk ganti pesawat), tawanan perang itu dipaksa melakukan segala keperluannya di tempat duduk (untuk buang hajat sudah disediakan, dan para penjaganyalah yang menyuapi mereka ketika waktu makan). Ke-20 tawanan itu angkatan pertama dari sekitar 360 tawanan lain yang akan juga dikirim ke Guantanamo.

“Mereka terlalu berbahaya. Mereka harus diisolasi di tempat khusus,” kata Donald H. Rumsfeld, Menteri Pertahanan Amerika Serikat. Militer AS agaknya trauma insiden di sebuah benteng yang dijadikan kamp tawanan menjelang jatuhnya Taliban dan Al-Qaidah. Beberapa tawanan merebut senjata penjaga lalu melawan. Memang, mereka akhirnya dilumpuhkan dan terbunuh, namun pemberontakan kecil-kecilan itu menewaskan pula penjaga mereka\tentara AS, Pakistan, atau tentara pemerintah Afganistan.

Di pangkalan seluas sekitar 111,5 kilometer itu (seperenam DKI Jakarta atau sedikit lebih sempit daripada Jakarta Barat) dalam waktu singkat dibangun seratus sel yang bisa menampung 300 tahanan. “Selnya manusiawi, tapi bukan tempat yang nyaman,” kata Brigadir Jenderal Mike Lehnert, komandan keamanan pangkalan Guantanamo.

Pangkalan di bagian tenggara Kuba ini dibangun pada 1903, setelah AS berhasil mengusir pasukan Spanyol dari daerah tersebut. Saat itu dicapai perjanjian dengan Kuba, yang kala itu belum komunis, bahwa Amerika membayar sewa 2.000 keping uang emas untuk kawasan 450 kilometer dari pantai Florida, AS, itu. Belakangan sistem pembayaran diubah menjadi sekitar US$ 4.085 per tahun.

Lalu Fidel Castro, seorang perwira militer muda, merebut kekuasaan di Kuba, dan menjadikan negara ini berideologi merah. Hubungan bilateral kedua negara pun putus, dan Kuba menolak uang sewa pangkalan militer itu, yang oleh Castro disebut sebagai “belati yang langsung menusuk jantung Kuba”.

Tak jelas, setelah kekuatan negara-negara komunis runtuh pada 1989, adakah Castro tetap menolak uang sewa atau tidak. Yang pasti, dua senator Amerika dua pekan lalu menemui Castro, dan setelah pertemuan tujuh jam di Havana, Presiden Kuba itu “bisa memahami” rencana Amerika memenjarakan para “teroris” di Guantanamo.

Sebenarnya Taliban dan Al-Qaidah bukan tawanan pertama di pangkalan Guantanamo yang dijaga sekitar 2.000 tentara itu. Telah berulang kali imigran gelap yang mencoba menerobos AS disel di sini, termasuk imigran asal Kuba.

Di kalangan aktivis mahasiswa dan organisasi non-pemerintah Amerika, Guantanamo merupakan simbol kesewenang-wenangan AS. “Neraka kecil yang nyata,” begitulah para aktivis itu menyebut kamp tawanan di pangkalan tersebut. Contohnya, pada 1993 para imigran asal Haiti yang disel di kamp itu disuntik dengan serum HIV penyebab AIDS yang mematikan. Tentu, Washington menyanggah tudingan para aktivis.

Juru bicara militer AS meyakinkan dunia bahwa perlakuan terhadap tawanan Taliban dan Al-Qaidah itu tak akan menyalahi Konvensi Jenewa. Masalahnya, benarkah Taliban dan Al-Qaidah adalah teroris, dan sebelum itu, sudahkah terbukti secara hukum bahwa Al-Qaidah (terutama) adalah biang tragedi World Trade Center 11 September, yang menewaskan lebih dari 3.000 orang itu. Sang kampiun demokrasi tampaknya memberikan contoh yang buruk tentang hak asasi manusia dan penegakan hukum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: