20 Menit Melacak Sang Virus

SELAMAT tinggal Elisa, selamat datang OraQuick. Elisa alias enzyme linked immuno sorbent assay, yang selama ini diyakini sebagai alat uji HIV/AIDS yang sangat peka, menghadapi pesaing baru. Dua pekan lalu, bertepatan dengan pernyataan perang Presiden George W. Bush terhadap AIDS, Amerika Serikat meluncurkan satu detektor virus HIV baru: OraQuick Test.

Amerika, yang 900 ribu warganya terkena HIV positif (angka Departemen Kesehatan), memang terlibat perlombaan melawan lonjakan angka penderita. Sebagian dari dana perang melawan AIDS yang mencapai US$ 16 miliar itu telah dipastikan buat penyebarluasan OraQuick kepada 100 ribu dokter di negeri itu. Sebab, OraQuick adalah alat pencium virus HIV yang bekerja dengan efisien. Berlainan dengan pemeriksaan Elisa, yang makan waktu seharian, tes OraQuick hanya berlangsung 20 menit.

Memang, untuk urusan tingkat akurasi, OraQuick tidak terlampau hebat dibanding tes Elisa. OraSure Technologies, produsen alat baru tersebut, menjanjikan angka akurasi 99,6 persen. Tentu bukan prestasi teramat bagus dibanding Elisa, yang\menurut Zubairi Djurban, dokter ahli darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta\99,3-9,9 persen akurat. Apalagi jika dibedakan dengan tes Western Blot, yang kepekaannya lebih tinggi daripada tes Elisa.

Western Blot tidak sepopuler Elisa. Di Indonesia, uji Elisa yang ditemukan pada 1994 ini bisa dilakukan di banyak rumah sakit. Tapi, untuk uji Western Blot yang ditemukan dua tahun setelah Elisa, sejauh ini baru RSCM yang sanggup melakukannya. Ongkos uji keduanya sebenarnya tak jauh berbeda. Untuk tes Elisa, RSCM hanya mengenakan tarif Rp 45 ribu, sedangkan uji Western Blot Rp 600 ribu. Namun, fasilitas dan tenaga laboratorium yang dibutuhkan untuk melakukan Western Blot lebih kompleks daripada Elisa.

Tapi, diakui atau tidak, dalam perlombaan para ahli melawan penyebaran penyakit itu, OraQuick berada di atas keduanya. Penggunaan OraQuick pun terbilang sangat sederhana. Seseorang cukup mengambil setetes sampel darah dari jarinya. Setelah diteteskan ke media OraQuick, 20 menit kemudian hasil uji HIV akan dapat diketahui. Antibodi HIV yang ada di OraQuick akan menunjukkan status HIV seseorang. Boleh dibilang, alat uji ini mengadopsi cara kerja alat tes kehamilan yang sudah dikenal luas di masyarakat.

Sebenarnya, perkembangan alat test virus HIV telah begitu pesat. Sebelum OraQuick, pelbagai alat serupa telah beredar di pasar bebas. Tahun 1999 lalu, sebuah perusahaan di Karibia telah meluncurkan produk yang disebut AIDS Testing Kit. Tapi, alat sederhana yang disebut-sebut mampu mendeteksi keberadaan virus HIV dalam waktu hanya dua menit ini tak boleh beredar di Amerika Serikat. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyatakan AIDS Testing Kit tak lulus uji klinis.

Seperti memenuhi tuntutan pasar, tahun lalu muncul alat uji HIV/AIDS sederhana lainnya. Sebuah perusahaan asal Mountain Highway, Kanada, memproduksi alat uji HIV yang dijual dengan merek dagang Discreet. Cara penggunaan Discreet serupa dengan OraQuick dan AIDS Testing Kit. Seseorang cukup mengambil setetes sampel darah dari ujung jari dan meletakkannya di membran pengisap yang tersedia. Alat yang dijual seharga US$ 29,95 (sekitar Rp 250 ribu) ini konon mampu mendeteksi semua jenis virus HIV dalam waktu tiga menit.

Bagaimanapun, maraknya alat-alat uji virus HIV di pasaran merupakan berkah yang menggembirakan. Soalnya, pertumbuhan jumlah penderita HIV/AIDS sangat mengkhawatirkan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada sekitar 47 juta pengidap virus HIV/AIDS di seluruh dunia. Selain itu, sudah jutaan orang yang mati akibat virus penyerang fungsi kekebalan tubuh ini.

Zubairi Djurban menganjurkan orang yang berpotensi terinfeksi virus HIV agar melakukan uji Elisa atau uji Western Blot. Pengujian secara dini merupakan langkah bijak untuk mencegah penularan secara luas. Bila terbukti positif, kata Zubairi, tak berarti dunia telah kiamat. Saat ini, teknologi farmasi telah mampu menghasilkan obat anti-retroviral bagi penderita HIV/AIDS. Jadi, “AIDS sudah dapat disembuhkan,” ujar Zubairi Djurban. Selamat datang OraQuick. Tapi Elisa dan Western Blot masih diperlukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: