Jalan Kematian Sang Martir

BOM bunuh diri bukanlah cerita baru. Sebelum pasukan berani mati Saddam Hussein, gerilyawan Macan Tamil di Sri Lanka pada 1987 telah melakukan bom bunuh diri. Perdana Menteri India Rajiv Gandhi dan Presiden Sri Lanka Ranasinghe Premadasa adalah monumen puncak “keberhasilan” bom bunuh diri ala Macan Tamil.

Setelah Macan Tamil, Organisasi Hamas dan Jihad Islam di Palestina pada 1994 juga mulai melakukan teknik bom bunuh diri. Para “manusia bom” menganggap kematian adalah jalan menuju kemenangan surga. Aksi ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan intifadah\sebuah perlawanan untuk memperoleh Negara Palestina yang berdaulat. Mereka menjadi momok menakutkan bagi warga Israel.

***

Gerilyawan Elam Macan Tamil, Sri Lanka

TUJUAN
Kaum perempuan menjadi pilihan utama untuk dijadikan “manusia bom”. Untuk sasaran statis, Macan Tamil menggunakan bom mobil. Targetnya tokoh dan tempat penting. Menggunakan bom jenis TNT (trinitrotoluene)

5 Juli 1987: Bom bunuh diri pertama menewaskan 40 tentara Sri Lanka di markas tentara Nelliyady, Sri Lanka utara.

2 Maret 1991: Kota Kolombo diguncang bom bunuh diri Macan Tamil. Menteri Pertahanan Sri Lanka Ranjan Wijeratne tewas bersama 18 orang.

21 Mei 1991: Perdana Menteri India Rajiv Gandhi tewas dengan tubuh berkeping. Seorang perempuan Tamil bernama Dhanu menjadi tersangka utama. Polisi menemukan lilitan bahan peledak pada kepingan tubuh perempuan yang sempat mengalungkan bunga pada Gandhi itu.

1 Mei 1993: Presiden Sri Lanka Ranasinghe Premadasa dan 23 pengawalnya tewas oleh sebuah bom bunuh diri di Kolombo.

24 Oktober 1994: Pemimpin oposisi Sri Lanka, Gamini Dissanayake, dan 56 orang lainnya terbunuh oleh bom bunuh diri di Kolombo.

31 Januari 1996: Sebuah truk yang dipenuhi bahan peledak menghancurkan bank sentral Sri Lanka. Setidaknya 91 orang tewas dan 1.400 orang terluka.

15 Oktober 1997: Dengan truk bermuatan bom, Macan Tamil menghajar Gedung WTC di Kolombo. Serangan itu menewaskan 18 orang.

25 Januari 1998: Bom bunuh diri kini menghantam kuil suci Buddha di Kandy, Sri Lanka. Sebanyak 16 orang pengunjung tewas, termasuk sejumlah bayi tak berdosa.

18 Desember 1999: Presiden Sri Lanka Chandrika Kumaratunga terluka parah dan 38 orang lainnya tewas akibat bom bunuh diri saat kampanye pemilu.

2 Oktober 2000: Seorang perempuan Tamil meledakkan dirinya di luar kantor Perdana Menteri Sri Lanka Sirima Bandaranaike. Sebanyak 12 orang tewas dan 24 lainnya terluka.

****

Bom Bunuh Diri Palestina:

TUJUAN
Mendirikan Negara Palestina. Pelaku adalah pemuda radikal Palestina. Target serangan berupa tempat umum, seperti terminal, bus kota, dan pasar warga Israel. Bom berupa TNT (trinitrotoluene). Belakangan ditemukan bom dari jenis C-4.

6 April 1994: Untuk pertama kali, bom mobil Hamas meledak di Afula. Sebanyak enam orang Israel tewas.

3 Maret 1996: Bom bunuh diri meledak di sebuah bus di Tel Aviv. Sebanyak 19 warga Israel tewas.

18 Mei 2001: Seorang Palestina yang dipenuhi bom meledakkan dirinya di pertokoan Hashron, Netanya. Setidaknya lima orang tewas dan 100 lainnya terluka. Gerakan Hamas mengaku bertanggung jawab.

9 Agustus 2001: Mobil yang dipenuhi bom meledak di pusat Kota Yerusalem. Sebanyak 15 warga Israel tewas dan 130 lainnya terluka.

1 Desember 2001: Seorang Palestina meledakkan mobilnya yang dipenuhi bom di Yerusalem. Peristiwa itu menewaskan 11 orang Israel dan melukai 180 lainnya. Hamas dan Jihad Islam mengaku bertanggung jawab.

2 Desember 2001: Mengulangi “sukses” sehari sebelumnya, Hamas kembali melakukan bom bunuh diri di sebuah halte bus. 15 orang tewas dan 40 lainnya terluka.

27 Januari 2002: Untuk pertama kalinya, seorang perempuan Palestina bernama Nidal Daragmeh, 19 tahun, menjadi pelaku bom bunuh diri. Menewaskan enam orang dan 150 lainnya terluka.

27 Maret 2002: Setidaknya 29 warga Israel tewas dan 140 lainnya terluka akibat sebuah bom bunuh diri di Hotel Park, Netanya, Israel.

5 Januari 2003: Sebanyak 22 warga Israel tewas dan 120 lain terluka di stasiun bus Tel Aviv. Brigade Al-Aqsa, sempalan kelompok garis keras Hammas, mengaku bertanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: