Perlombaan Mencari Koloni Baru

MARS adalah masa depan. Planet keempat dari matahari dalam sistem tata surya kita ini sudah lama menjadi obyek eksplorasi Amerika Serikat dan Rusia (dulu masih Uni Soviet). Kedua negara adidaya itu berlomba-lomba mencapai dan mengungkap misteri Mars. Program tersebut sempat menjadi babak khusus dalam Perang Dingin antara blok Barat dan blok komunis.

Uni Soviet yang memulai perlombaan eksplorasi Mars. Pada 10 Oktober 1960, Soviet meluncurkan Marsnik 1, wahana luar angkasa tanpa awak, ke Mars. Sayangnya, peluncuran wahana berbentuk silinder seberat 650 kilogram itu gagal. Setelah mencapai ketinggian 120 kilometer dari bumi, Marsnik 1 jatuh akibat roket pendorongnya tak mampu menembus gravitasi bumi. Rencananya, Marsnik 1 melakukan pelbagai penelitian ilmiah, seperti eksplorasi ruang angkasa antara bumi dan Mars dan uji coba telekomunikasi radio jarak jauh. Setelah beberapa kali gagal, pada 24 Oktober 1962 Soviet berhasil meluncurkan Sputnik 22. Pesawat tanpa awak seberat 6.500 kilogram itu telah dapat “diparkir” di orbit 180 x 485 kilometer dari bumi. Sputnik 22 sempat mengirimkan beberapa data penting tentang Mars.

Tak mau tertinggal jauh, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan dana US$ 554 juta untuk peluncuran wahana luar angkasa menuju Mars. Pada 5 November 1964, NASA meluncurkan Mariner 3. Sayangnya, lapisan pelindung tak mampu melindungi Mariner 3 dari gesekan dengan atmosfer bumi. Akibatnya, pelbagai peranti riset\seperti alat ukur sabuk Van Hallen bumi dan kamera foto ruang angkasa\tak dapat bekerja. Setelah itu, tercatat tak kurang dari 25 kali misi dikirim oleh Uni Soviet dan Amerika Serikat menuju Mars.

Pada 4 Desember 1996, Amerika Serikat meluncurkan Pathfinder. Dengan roket Delta II, wahana yang membawa sebuah “mobil mini” seberat 10,5 kilogram itu menuju Mars. Akhirnya, pada 4 Juli 1997 (bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Amerika), mobil mini bernama Sojourner itu mendarat di permukaan Mars dengan menggunakan parasut. Pelbagai data ilmiah\seperti suhu, komposisi unsur kimia, dan kondisi permukaan Mars\diterima dari Sojourner. Selama bulan pertama, Sojourner mengirim data sebanyak 1,2 gigabit. Tapi, sejak 10 Maret 1998, pusat kontrol di Goldstone, California, kehilangan kontak dengan Pathfinder dan Sojourner.

Pada 7 April 2001, Amerika kembali meluncurkan Odyssey. Selain membawa kamera, Odyssey juga membawa MARIE (Mars radiation environment experiment), THEMIS (thermal emission imaging system), dan GRS (gamma-ray spectrometer). Pada 28 Mei 2002, NASA mengumumkan bahwa Odyssey menemukan air yang berwujud es di bawah permukaan Mars. Penemuan ini memberikan harapan besar bagi kemungkinan kehidupan manusia di Mars.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: