BATALION TANPA RASA TAKUT

MASIH ingat film Hollywood berjudul The Terminator? Film laga yang dibintangi oleh aktor kekar Arnold Schwarzenegger ini berkisah soal pertempuran “seorang” robot berhati baik melawan robot lain yang berwatak jahat. Pertempuran dan perkelahian keduanya berlangsung sangat seru. Maklumlah, selain memiliki persenjataan lengkap dan inteligensi bak manusia pintar, robot-robot itu tak memiliki rasa takut\sifat lemah yang kerap dimiliki manusia.

Kini kisah tentara robot itu bukanlah sekadar khayalan di layar lebar. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pekan lalu meluncurkan batalion robot militer supercanggih. Batalion elite ini terdiri atas 120 robot berinteligensi buatan serupa manusia. Proyek ini merupakan proyek rahasia yang sejak tahun 2000 menjadi salah satu riset andalan Pentagon. Untuk itu, Pentagon membuat sebuah divisi khusus robot pada Defense Advanced Research Project Agency (DARPA)\sebuah think tank proyek pengembangan pelbagai mesin perang dan teknologi militer di Pentagon.

Untuk mewujudkan impiannya, DARPA mempercayakan proyek senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,9 triliun itu kepada Irobot. Bagi pemerintah Amerika Serikat, Irobot bukanlah nama baru. Tengok saja keberhasilan Irobot yang telah membuatkan mobil Sojourner untuk badan ruang angkasa NASA, yang pada 1998 berhasil mendarat di Planet Mars dan mengirimkan pelbagai data penting dari sana. Sebelumnya, Irobot juga telah memproduksi beberapa jenis robot militer pesanan DARPA, seperti Deployer (robot berbentuk mobil untuk evakuasi kebakaran) dan DART (robot berbentuk ikan yang mampu berenang di dalam air).

Toh, keberhasilan produksi batalion robot merupakan prestasi besar bagi industri militer Amerika. Soalnya, robot yang masing-masing berbobot 55 kilogram dengan tinggi 120 sentimeter ini memiliki kemampuan kerja dalam sebuah tim secara kompak\sebuah konsep teamwork yang belum pernah dimiliki oleh robot-robot militer generasi sebelumnya.

Menurut para perancangnya, batalion robot akan bertugas menggantikan peran pasukan manusia untuk medan berbahaya. Pencarian dan pemusnahan senjata kimia dan biologi, penanganan kecelakaan di reaktor nuklir, serta penjinakan bom merupakan tugas yang menanti batalion robot ini. “Batalion robot tak takut mati. Mereka akan menjadi pahlawan bagi manusia,” ujar Kolonel Rachel Goodwin, Kepala Divisi Robot DARPA.

Agar dapat bekerja sama, “otak” ke-120 robot itu diisi dengan Behavior Language Software, sebuah software yang mengadopsi pola pikir dan perilaku manusia. Tapi, seperti pada manusia, otak saja tak cukup untuk menggerakkan tubuh. Untuk itulah para teknisi pada Irobot memberikan Swarm Multi-Robot Operating System sebagai “roh” yang akan menghidupkan batalion robot. Dengan sistem operasi inilah para robot dapat beraksi secara selaras. Singkatnya, software dan sistem operasi itu akan membuat para robot mampu berpikir, merespons informasi yang masuk, serta bertindak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Agar mampu berkomunikasi, tiap robot juga dilengkapi “pancaindra” berupa sinar inframerah. Data yang dipancarkan dan diterima lewat sinar inframerah itu membuat pasukan robot mampu mendeteksi posisi kawan, lawan, serta medan pertempuran.

Menurut Colin Angle, Presiden Direktur Irobot, batalion robot dirancang untuk saling membantu dalam menyelesaikan tugas berat. Irobot mencoba meniru sistem kerja bangsa semut, hewan kecil yang memiliki etos kerja luar biasa. Selain pantang menyerah, semut mampu bekerja sama secara efektif. Dalam waktu singkat, misalnya, pasukan semut dapat memindahkan bangkai yang jauh lebih besar dan berat. “Dengan sifat semut, batalion robot akan menjadi pasukan yang hebat,” ujar Angle.

Namun, hingga kini, Pentagon belum memutuskan kapan dan di mana batalion robot akan memulai tugasnya. Yang pasti, mesin-mesin bernyawa itu makin menorehkan keperkasaan Amerika Serikat dalam produksi pelbagai mesin perang. Maklumlah, dengan profesi sebagai “polisi dunia”, Amerika Serikat memang membutuhkan dukungan peralatan militer yang canggih. Seperti kata Arnold Schwarzenegger dalam The Terminator, “Sesungguhnya aku lahir untuk menguasai umat manusia.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: