DARI SEORANG AKTRIS HOLLYWOOD

HEDY Lamarr tak hanya cantik dan memiliki bakat berakting yang sempat membuatnya jadi pujaan penonton di Amerika Serikat. Aktris Hollywood ini juga pandai dalam urusan teknologi mesin perang canggih. Bersama George Antheil, rekannya, pada 1940 Lamarr menciptakan konsep baru untuk sistem kontrol torpedo. Agar torpedo mencapai sasaran dengan tepat, ia menerapkan konsep “pola acak” (random pattern) pada sinyal frekuensi radio. Pola yang berupa kode khusus itu dibuat agar tak mudah dipecahkan oleh musuh. Alhasil, torpedo-torpedo Amerika yang digunakan dalam Perang Dunia II (1942-1945) dilengkapi dengan teknologi karyanya.

Belakangan, para ilmuwan dari Sylvania Electronic System di New York mengembangkan konsep Lamarr. Perusahaan pemasok teknologi militer bagi Pentagon ini menerapkan ide Lamarr untuk kepentingan komunikasi militer yang bersifat sangat rahasia. Teknologi sistem komunikasi ini kemudian disebut sebagai CDMA (code division multiple access). Pentagon pertama kali menggunakannya pada saat krisis rudal dengan Kuba pada 1962. Saat itu Pentagon sangat menyukainya karena triliunan kombinasi kode membuat sinyal informasi yang dikirim tak bisa dibaca lawan.

Seperti pelbagai teknologi militer Amerika lainnya (sebut saja satelit, surat elektronik, dan Internet), CDMA akhirnya ditawarkan untuk kepentingan sipil. Pada 1980, Pentagon pertama kali mengumumkan teknologi CDMA kepada publik.

Qualcomm, perusahaan telekomunikasi raksasa, kemudian mengembangkan CDMA untuk kepentingan bisnis. Perusahaan yang bermarkas di San Diego, Amerika Serikat, ini pada November 1988 merancang sistem komunikasi seluler berbasis teknologi CDMA. “Berbeda dengan GSM, kami melibatkan banyak perusahaan lain,” ujar John Beale dari Qualcomm CDMA Technologies.

Strategi yang ditempuh Qualcomm terbilang jitu. Untuk memperbesar pasar CDMA, Qualcomm tak bekerja sendiri. Qualcomm memilih “menguasai” teknologi inti dari CDMA berupa chipset. Nah, chipset inilah yang kemudian dikembangkan oleh pelbagai vendor telekomunikasi seperti Motorola, Samsung, dan Sony-Ericsson. Dari setiap chipset yang tertanam di perangkat telekomunikasi berbasis CDMA, Qualcomm memperoleh royalti. Tapi, “Jangan tanya besarnya royalti tiap chipset yang laku. Itu rahasia kami,” ujar John Beale.

Sistem komunikasi seluler CDMA pada 1995 pertama kali diluncurkan di Hong Kong. Kemudian, pada 2000, Jepang (lewat operator KDDI) juga memutuskan menggunakan CDMA. Bahkan, KDDI telah menggunakan CDMA 2000 1X (standar dari International Telecommunication Union untuk 3G). Hanya dalam waktu dua setengah tahun jumlah pelanggan KDDI telah mencapai 8,5 juta subscriber. Itu berarti telah jauh meninggalkan “saudara tuanya”, NTT DoCoMo, yang masih berkutat dengan teknologi PDC (personal digital communication).

Soal kecepatan akses, indikator paling penting dalam teknologi komunikasi, CDMA memang meninggalkan lawan-lawannya. Dalam sebuah uji coba yang diawasi oleh tim independen dari badan telekomunikasi dunia (ITU), CDMA unggul dalam soal kecepatan. Untuk men-download sebuah lagu berdurasi tiga menit ke dalam sebuah handphone, misalnya, teknologi GSM (global system for mobile communication) menyita waktu 41,7 menit. Sedangkan GPRS (general packet radio services), generasi lanjutan dari GSM, membutuhkan waktu 28 menit. Bandingkan dengan kemampuan CDMA 2000 1X yang hanya mencuri 0,6 menit saja.

Tak mengherankan, hanya dalam waktu tiga tahun pengguna CDMA di seluruh dunia telah mencapai sekitar 160 juta subscriber. Angka itu memang masih di bawah pengguna GSM yang telah mencapai 540 juta subcriber. Tapi jumlah pelanggan itu dicapai GSM dalam kurun waktu 15 tahun. Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Cina, dan Rusia adalah sebagian negeri yang telah menggunakan CDMA untuk telekomunikasi generasi ketiga (3G) mereka. Tak berlebihan bila dunia modern berterima kasih pada Hedy Lamarr, bintang Hollywood yang tak hanya pandai berdandan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: