Menjaring Matahari, Menuai Laser

SIMON Menem, 40 tahun, kini tampak ceria. Anggota pasukan khusus Israel ini baru saja menjalani operasi di Rumah Sakit Sha’are Tzedek, di Yerusalem. Tim dokter berhasil membunuh kanker di kulit wajah Menem yang telah menyerangnya sejak tiga tahun lalu. “Saya berterima kasih kepada Tuhan, yang telah menciptakan matahari,” ujar Menem.

Matahari? Ya, Menem adalah pasien pertama yang menjalani operasi dengan sinar laser (light amplification by stimulated emission of radiation) dari matahari. Ini berkat temuan Jeffrey Gordon dan Daniel Feuermann dari Universitas Ben-Gurion di Israel. Kedua ahli fisika itu berhasil membuat sinar laser dari cahaya matahari. Penemuan mereka berangkat dari fakta bahwa sinar matahari merupakan sumber energi yang “tak terbatas”. Di wilayah Israel, misalnya, matahari selalu bersinar sepanjang tahun.

Untuk “menjaring” cahaya matahari, Gordon dan Feuermann menggunakan cermin (solar cell) parabola berdiameter dua meter. Parabola ini mempunyai faktor penguatan intensitas cahaya sebesar 10 ribu kali. Dengan penguatan itu, triliunan partikel photon cahaya matahari akan menjadi sinar laser. Penguatan itu juga takaran untuk menghasilkan sinar laser yang mampu membunuh sel-sel kanker tanpa merusak jaringan tubuh yang sehat.

Dari solar cell, sinar laser masih harus dikirim ke peralatan operasi di ruang khusus dengan memanfaatkan jaringan fiber optic. Secara teknis, fiber optic merupakan medium terbaik dan tercepat untuk mengirim sinyal berupa energi laser. Jarak dari parabola penangkap cahaya matahari ke meja operasi maksimal 100 meter. Lebih dari jarak itu, intensitas sinar laser akan menjadi tak optimal akibat faktor efisiensi transmisi.

Bagaimanapun, temuan Gordon dan Feuermann merupakan revolusi besar dalam teknologi pembuatan sinar laser. Selama ini sinar laser dibuat lewat pembangkit berupa tabung gelombang mikro. Teknologi pembuatan laser ini pertama kali diciptakan dua ilmuwan di Laboratorium Bell, Amerika Serikat, Arthur L. Schawlow dan Charles H. Townes, pada 1958. Kedua ilmuwan ini menggunakan pembangkit gelombang mikro berkekuatan 24 gigahertz. Caranya, larutan amonia (NH3) dilewatkan pada pembangkit untuk menghasilkan pancaran molekul dengan intensitas tinggi. Kumpulan molekul inilah yang menjadi sinar laser.

Hebatnya, untuk membuat sinar laser itu Schawlow dan Townes mengeluarkan uang dari kocek pribadi US$ 30 ribu (hampir Rp 250 juta). Pemerintah Amerika ketika itu menolak ikut membiayai riset mereka. Akibatnya, proyek yang bernama microwave amplification by stimulated emission of radiation (MASER) itu mereka “pelesetkan” menjadi means of acquiring support for expensive research.

Selain lebih sederhana, sinar laser dari matahari juga lebih ekonomis. Nilai seluruh peralatan\berupa parabola, jaringan fiber optic, dan perlengkapan medis untuk operasi\”hanya” sekitar US$ 9 ribu. Padahal, peralatan medis penghasil laser sebelumnya harganya US$ 120 ribu. Karena itulah, teknologi baru ini akan segera diterapkan di pelbagai negeri miskin yang memiliki intensitas matahari yang memadai.

Namun, tak ada gading yang tak retak. Perangkat pembuat laser itu juga memiliki kelemahan. Hingga kini Gordon dan Feuermann belum melengkapi karya mereka dengan teknologi penyimpan energi (storage system). Para ilmuwan belum menemukan teknologi untuk menyimpan partikel-partikel photon matahari yang diubah menjadi laser. Akibatnya, proses operasi di rumah sakit yang memakai sistem baru itu hanya bisa dilakukan di siang hari. “Teknologi ini sulit bekerja di daerah dingin yang tak diterangi matahari,” kata Gordon.

Meski memiliki keterbatasan, temuan Gordon dan Feuermann secara bisnis tetap menjanjikan. Laser Technology Inc., sebuah perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, langsung menggaet kedua ilmuwan Israel itu untuk mengembangkan teknologi mereka secara serius. Kelak, ujar Gordon, “Teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan riset ruang angkasa.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: