Protokol Sekedipan Mata

TEKNOLOGI Internet kembali mengalami revolusi besar. Setelah bekerja tiga tahun, Steven Low menuntaskan sebuah mahakarya yang akan mengubah peradaban dunia. Profesor ilmu komputer di California Technology Institute, Amerika Serikat, ini berhasil merancang protokol baru untuk komunikasi Internet. Protokol berbasis bahasa mesin ASCII ini menjadi doping bagi kecepatan akses Internet. “Ini protokol dengan kecepatan ‘kedipan mata’ manusia,” ujar Low.

Oleh para perancangnya, protokol baru itu disebut FAST TCP (Fast Active queue management Scalable Transmission Control Protocol). Boleh dibilang, ini generasi mutakhir dari Transmission Control Protocol (TCP) yang telah dikenal sebelumnya. Hebatnya, protokol baru ini membuat kecepatan akses Internet meningkat tajam.

Dalam sebuah uji coba awal pengiriman data dari Pasadena, Amerika Serikat, ke Jenewa, Swiss (yang berjarak 10.037 kilometer), terlihat perbedaan kecepatan transfer data lewat Internet. Dengan TCP, kecepatan pengiriman sekitar 266 megabit per second (Mbps) dengan tingkat efisiensi hanya 27 persen. Sedangkan FAST TCP mampu mendongkrak kecepatan hingga 925 Mbps dengan efisiensi mencapai 95 persen. Hebatnya lagi, para ahli jaringan itu mampu membuat FAST TCP “paralel” dengan kecepatan yang tak terbayangkan: 9,8 gigabit per second (Gbps). Kecepatan ini sebanding dengan 980 ribu kali akses dari Telkomnet Instan di Indonesia.

Tak pelak, hasil temuan itu mengundang decak kagum warga dunia. Tak cuma para pengguna Internet, para begawan ilmu pun memberikan tanggapan antusias. Harvey Newman, profesor fisika di California Technology Institute, menganggap FAST TCP sebagai masa depan “penggabungan dunia”. Bukan tak mungkin, suatu saat kelak, transfer materi (berdasarkan teori kuantum dari fisikawan Albert Einstein) akan dapat terealisasi. “Protokol ini merupakan milestone teknologi Internet dan ilmu pengetahuan,” ujar Newman.

Selama ini, komunikasi Internet menggunakan TCP. Protokol menjadi “roh” dari sistem komunikasi Internet. Protokollah yang bertugas mengatur lalu lintas Internet di seluruh dunia. Analoginya, bayangkan peran kesatuan polisi lalu lintas, rambu-rambu, serta lampu pengatur persimpangan jalan. Tanpa protokol, lalu lintas komunikasi Internet dunia dipastikan akan macet total.

TCP merupakan salah satu produk andalan dari Defense Advanced Research Project Agency (DARPA), yang didirikan Pentagon pada 1960. Saat itu, Amerika Serikat kebakaran jenggot karena Rusia (masih bernama Uni Soviet) berhasil meluncurkan roket Sputnik ke ruang angkasa. Amerika lantas mengumpulkan ilmuwan yang tersebar di semua perguruan tinggi dan pusat riset Amerika. Para ilmuwan itu diminta menandingi keberhasilan Uni Soviet dengan proyek-proyek penelitian yang prestisius. Salah satu hasilnya, pada 1970, ditemukan konsep protokol TCP, yang kemudian menjadi “roh” dan cikal bakal teknologi Internet.

Salah satu tugas utama TCP adalah mengatur pola pengiriman paket data lewat Internet. Caranya, sebuah paket data “dipecah” dalam satuan-satuan kecil. Tiap pecahan data mengandung 1.500 byte data. Dengan teknik ini, beban pada jaringan Internet dapat diminimalisasi. Selama sekitar 30 tahun, konsep ini berhasil menjalankan komunikasi Internet.

Namun kemajuan teknologi komputer sungguh pesat. Selain makin canggih, kapasitas memori komputer meningkat tajam. Tengok saja teknologi hard disk (perangkat keras tempat menyimpan memori data) yang berkembang luar biasa. Saat ini, orde satuan hard disk di pasaran komputer personal selalu di atas 20 gigabyte. Kapasitas memori itu pun terbilang untuk komputer kelas ecek-ecek. Perkembangan teknologi memori itu berimbas pada tuntutan kecepatan akses Internet. Padahal TCP dari hari ke hari makin kedodoran. “TCP seperti mobil tua di jalan bebas hambatan,” ujar Low, penemu FAST TCP.

Sistem kerja FAST TCP merupakan pengembangan dari TCP. Secara sederhana, FAST TCP tetap membagi paket data dalam fraksi-fraksi kecil. Tiap paket juga memiliki besaran 1.500 byte data. Yang berbeda adalah frekuensi dan efisiensi sistem pengirimannya (lihat Sistem Kerja FAST TCP).

Penerapan FAST TCP sebenarnya terbilang mudah. Infrastruktur jaringan Internet yang saat ini ada dapat langsung menyerap teknologi baru ini. Para pengguna Internet juga tak perlu repot-repot mengganti terminal komputer personal mereka dengan produk keluaran terbaru. Para pengelola jaringan Internetlah (di Indonesia dikelola oleh Indonesia Internet Exchange) yang harus mengganti protokol mereka. Setelah itu, komunikasi Internet dipastikan langsung menggeliat pesat.

Selain memberikan kecepatan pengiriman paket data, FAST TCP memungkinkan para pengguna Internet men-download sebuah file data lebih cepat. Memang, untuk file dengan memori kecil, perbedaan TCP dan FAST TCP tak begitu signifikan. Tapi, untuk file dengan memori yang sangat besar, perbedaan kecepatan akses akan terlihat nyata. Untuk men-download sebuah file berisi film Titanic (memori sekitar 250 megabyte), misalnya, TCP menghabiskan waktu sekitar 25 menit. Tapi, bila kita memakai FAST TCP, proses download hanya mencuri waktu tak lebih dari lima detik.

Selain telah diujicobakan pada komunikasi Internet antara Pasadena dan Jenewa, jaringan dengan FAST TCP tengah dibangun secara serius. Beberapa perusahaan raksasa\seperti Cisco System, Level (3), dan Sunnyvalle\kini mensponsori pembuatan jaringan yang menghubungkan 150 perguruan tinggi di 30 negara. Jaringan dengan host admin di California Technology Institute, Amerika, itu akan memanfaatkan jaringan untuk pelbagai proyek riset energi, materi alam, dan eksplorasi ruang angkasa.

Memang penemuan protokol baru itu memberikan harapan besar bagi perkembangan Internet, tapi pada saat bersamaan juga memberikan “ancaman”. Dalam diskusi Internet yang dilakukan oleh Slashdot.org bulan lalu, misalnya, FAST TCP dipastikan akan membuat aksi para spammer (pengirim e-mail sampah) meningkat drastis. Dalam simulasi, seorang spammer yang memanfaatkan FAST TCP mampu mengirim sekitar 100 juta e-mail sampah per hari. Bayangkan, bila ada sepuluh spammer, jumlah e-mail sampah yang membanjiri e-mail account pengguna Internet mencapai semiliar per hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: