Reaktor dengan Mesin Z

DALAM sejarah kecelakaan reaktor nuklir, betapa sulit dunia melupakan tragedi di Chernobyl. Reaktor nuklir di Ukraina (bekas wilayah Uni Soviet) itu pada April 1986 bocor. Dua ribu kilometer persegi wilayah Ukraina, Belarusia, dan Polandia terkontaminasi debu potasium iodida. Kini, sekitar sebelas ribu orang terjangkiti kanker tiroid akibat debu zat radioaktif itu.

Tragedi itu membuat ahli nuklir sedunia bekerja keras. Mereka memusatkan kajian pada keamanan dan efisiensi reaktor nuklir. Sandia National Laboratories di Amerika Serikat juga ikut berlomba mencari teknik baru sistem operasional reaktor nuklir. Hasilnya, seperti diungkap dalam pertemuan American Physical Society dua pekan lalu, mereka mampu menciptakan teknologi baru yang lebih baik. Dengan menggunakan sebuah Mesin Z, Sandia berhasil melakukan reaksi fusi nuklir yang lebih efisien. Tingkat efisiensi energi yang dihasilkan bahkan berlipat dua setengah kali. “Ini pencapaian luar biasa, sebuah tonggak dalam teknologi nuklir,” tutur Profesor Tom Melhonm, Kepala Ahli Nuklir Sandia National Laboratories.

Konsep reaksi nuklir merupakan buah dari teori energi yang dirumuskan fisikawan Albert Einstein (1879-1955). Einstein menyatakan energi yang dikandung zat berbanding lurus dengan massanya dan kuadrat kecepatan cahaya. Dalam formula sederhana, Einstein menuliskannya sebagai E = mc2. Berdasarkan formula itulah para ahli mengukur tingkat pencapaian energi dari suatu reaksi fusi nuklir. Karena c\sebuah konstanta bagi kecepatan cahaya\bernilai sangat besar (c = 2,999 X 106 meter/detik), energi yang dihasilkan sebuah reaksi nuklir pun menjadi sangat besar. Berkat Einstein pula, pada 1940 Amerika berhasil memproduksi bom atom. Penggunaan reaksi nuklir untuk kepentingan pembangkit listrik baru dimulai pada 1956. Saat itu Amerika berhasil membangun reaktor nuklir di kawasan Nebraska.

Kini, keberhasilan Sandia National Laboratories memberi harapan baru bagi perkembangan energi nuklir. Selama ini, Mesin Z digunakan sebagai sumber penghasil sinar-X terbesar di dunia. Mesin yang dibuat sejak 1996 itu mampu memancarkan sinar-X sebesar 100 kilojoule (sekitar 100 juta kali kekuatan sinar-X untuk foto rontgen di dunia kesehatan). Spektrum warna sinar yang dihasilkannya sebesar 4,8 kilo elektron volt.

Dalam uji coba reaksi nuklir yang dilakukan, Mesin Z menghasilkan energi yang luar biasa besar. Tiap 100 gram unsur radioaktif (dalam percobaan, Sandia menggunakan unsur titanium) bisa diubah menjadi energi listrik 200 X 1012 watt.

Teknologi fusi nuklir pada Mesin Z secara prinsip sama dengan reaksi nuklir yang telah dikenal. Semua proses berawal dari reaksi inti atom unsur radioaktif yang menjadi “bahan bakar” reaktor nuklir. Reaksi antarinti atom yang terjadi secara berantai menghasilkan energi ledakan termonuklir. Saat puncak ledakan, temperatur tabung media reaksi inti mencapai 1,5 juta derajat Celsius. Daya tahan tabung yang tak “bocor” akibat temperatur supertinggi memberikan jaminan keamanan bagi pengguna teknologi itu.

Penggunaan uji coba laboratorium oleh Sandia, yang memanfaatkan pelbagai perhitungan komputer, merupakan langkah jitu. Soalnya, sejak 1992, Badan Atom Dunia telah mengeluarkan larangan uji coba nuklir dengan cara peledakan langsung. Pelarangan teknik “konvensional” ini untuk mencegah pencemaran debu radioaktif pascaledakan. Sejak itu pula pusat uji coba peledakan nuklir bawah tanah di kawasan Nevada dinyatakan sebagai area yang bersih dari uji nuklir.

Namun, sejumlah kalangan justru ketar-ketir dengan keberhasilan para ilmuwan Sandia. Sebagai satu-satunya negeri adikuasa, Amerika seperti sangat leluasa mengembangkan teknologi nuklirnya. Lagi pula, tak ada jaminan hasil temuan itu hanya akan digunakan untuk kepentingan kemanusiaan. (Padahal, pada saat bersamaan, Amerika mengutuk Korea Utara, India, dan Iran, yang mengembangkan teknologi nuklir.) Menurut Dr. Ahmad Hunain, pakar nuklir dari Badan Atom Dunia, Amerika berpeluang besar memanfaatkan teknologi itu bagi pembuatan senjata pemusnah massal. Bila ini yang terjadi, “Dunia justru berada di tubir kehancuran,” ujar Ahmad Hunain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: