Ketua BPK, Anwar Nasution: Jangan Pertanyakan Integritas Saya

JALAN Gatot Subroto, suatu siang pekan silam. Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pekan lalu dijaga superketat bak Jakarta saat kerusuhan. Satu peleton polisi bersenjata dan puluhan satpam siaga mengawasi setiap tamu yang datang. Identitas, barang bawaan, dan tujuan kedatangan setiap tamu diteliti dengan cermat. Petugas keamanan akan mengkonfirmasi kedatangan seseorang lewat telepon internal. Tak jarang pintu gerbang masuk BPK setinggi dua setengah meter tiba-tiba ditutup rapat. hTak boleh lewat sini. Semua harus lewat pintu di belakang,h ujar seorang polisi yang menenteng senjata laras panjang.

Sepekan silam, gedung Badan Pemeriksa Keuangan sedang menjadi sasaran gelombang para demonstran menggugat sikap Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution yang dianggap tak mendukung pemberantasan korupsi. Aksi yang dimotori LSM dan mahasiswa itu sempat meminta Anwar mundur dari jabatan Ketua BPK. Soalnya, Anwar tak mendukung langkah auditor BPK, Khairiansyah, yang ikut menangkap Mulyana W. Kusumah\anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan korupsi. hKhairiansyah bukan intel,h kata Anwar Nasution, hTak perlu ikut-ikutan menjebak Mulyana.h

Untuk menjawab seputar polemik korupsi di KPU, wartawan Tempo Setiyardi, Kamis pekan lalu, mewawancarai Anwar Nasution. Selama dua jam wawancara, Anwar menjawab semua pertanyaan dengan lugas. Berikut kutipannya.

Mengapa Anda menyalahkan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Khairiansyah, yang membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Mulyana W. Kusumah?

BPK bukanlah lembaga intelijen. Kalau ada auditor BPK yang mau jadi intel, silakan ikut Syamsir Siregar (Kepala Badan Intelijen Negara), Taufiqurahman Ruki (Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi), atau Suyitno Landung (Kepala Bareskrim Polri). Kalau mau jadi intel, jangan ikut saya.

Apakah Khairiansyah melanggar wewenang yang dimilikinya?

Langkahnya melanggar wewenang sebagai auditor Badan Pemeriksa Keuangan. Auditor bukanlah polisi atau jaksa. Auditor BPK tak boleh bicara dengan auditee (orang atau lembaga yang diperiksa\Red) di restoran atau hotel. Semua pembicaraan harus dilakukan di kantor BPK. Jadi, jelas auditor tak punya kewenangan untuk menjebak orang. Lagi pula penjebakan itu tak menghasilkan nilai tambah bagi laporan BPK.

Banyak yang mempertanyakan integritas dan komitmen Anda dalam memberantas korupsi. Bagaimana?

Jangan pertanyakan integritas saya. Saya sangat serius dalam memberantas korupsi. Buktinya, justru saya yang memerintahkan audit investigasi terhadap Komisi Pemilihan Umum. Soalnya, dalam audit biasa yang selesai pada Desember 2004 tak terlihat apa-apa. Kalau saya tak ingin membongkar korupsi KPU, lebih baik saya serahkan audit Komisi Pemilihan Umum yang biasa ke DPR, tak perlu meminta audit investigasi untuk Komisi Pemilihan Umum.

Kalangan LSM dan Partai Keadilan Sejahtera sempat meminta Anda mundur. Apa pendapat Anda?

Mengapa saya harus mundur? Saya kira reputasi saya masih bagus. Kalau mau main amplop, tempatnya bukan di sini. Waktu menjadi Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia, justru lebih banyak peluang. Proses fit and proper test calon bankir sangat memungkinkan orang memberi amplop.

Benarkah pada 30 Maret 2005 Anda melakukan pertemuan khusus dengan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin?

Ya. Ceritanya panjang. Awalnya saya menanyakan kepada tim audit Komisi Pemilihan Umum tentang hasil kerja mereka. Ternyata audit soal teknologi informasi KPU belum sempurna. Saya katakan bahwa saya sudah sangat malu ditanya soal audit investigasi KPU oleh orang-orang. Akhirnya saya minta ada konsultan teknologi informasi untuk membantu. Tapi, sebulan kemudian, hasilnya belum dibicarakan dengan auditee. Saya akhirnya meminta mereka memanggil Pak Nazaruddin Sjamsuddin ke BPK.

Apa yang Anda bicarakan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum?

Kami bicara di ruang kerja saya. Saya katakan bahwa saya akan ke Praha, Chekoslowakia. Saya minta Pak Nazar menyiapkan waktu agar laporan itu bisa dibicarakan. Saya berharap, sepulang dari Praha, laporannya sudah selesai. Agar tak timbul fitnah, saya meminta Wakil Ketua BPK Abdullah Zaini dan Ketua Tim Pemeriksa KPU Pak Haryanto ikut dalam pertemuan.

Apakah ada permintaan khusus dari Ketua KPU?

Seingat saya, tak ada permintaan macam-macam. Demi Tuhan, tidak ada deal khusus. Saya cuma berpesan ke Pak Nazar, kalau ada apa-apa selama saya di Praha, silakan bicara dengan Pak Abdullah Zaini atau Pak Haryanto. Itu sebabnya saya heran, kok Mulyana jalan sendiri bertemu dengan Khairiansyah. KPU seperti tak ada koordinasi. Begitu juga dengan BPK.

(Anwar Nasution terdiam. Tatapan matanya terlihat menerawang.)

Ada yang menyebut pertemuan Anda dan Ketua KPU sebagai solidaritas hUI connectionh. Benarkah?

Memang Pak Nazar sempat bilang soal hsesama UIh kita bisa saling bicara. Bagi saya, ini tak ada hubungannya sama sekali. Kedatangan Pak Nazar ke sini memang saya undang. Kalau ada yang melakukan korupsi, tentu tetap harus ditindak. Kita tak boleh mempertimbangkan asal-usul dan pertemanan.

Apa reaksi Anda saat tahu anggota KPU Mulyana W. Kusumah ditangkap?

Saat sedang tidur di Singapura, sepulang dari Praha, saya ditelepon Wakil Ketua BPK Abdullah Zaini. Dia bilang Mulyana ditangkap KPK dengan menggunakan auditor BPK, Khairiansyah. Abdullah Zaini bertanya apakah saya memberikan izin ke Khairiansyah untuk ikut menangkap Mulyana. Saya justru kaget setengah mati. Saya tak tahu apa-apa.

Sebagai Ketua BPK, mengapa Anda tak mengetahui aksi auditor BPK?

Itu yang membuat saya marah. Apalagi belakangan saya baru tahu bahwa Khairiansyah tidak melapor ke atasannya di tim pemeriksa KPU. Dia langsung lapor ke anggota BPK Hasan Bisri. Masalahnya, Hasan Bisri tak pernah melaporkan hal itu ke saya atau wakil ketua. Itu sangat mengecewakan. Saat ini saya tidak tahu siapa kawan dan lawan di BPK. Saya tak pernah mengalami hal seperti ini dalam karier saya. Saya tak pernah dilangkahi anak buah.

Bukankah, dalam standar audit investigasi, seorang auditor berhak melaporkan dugaan korupsi ke penegak hukum?

Benar. Memang ada aturan seperti itu dalam standar audit investigasi. Tapi, semuanya tetap harus dengan tata cara yang benar. Sebelum lapor ke penegak hukum, auditor harus lapor ke atasannya. Saya jamin, kalau dia lapor ke atasannya, BPK tak akan menghalangi penegakan hukum. Kasusnya tak akan di-peti-es-kan. Buktinya, kami sudah berkali-kali melakukannya.

Apa yang akan Anda lakukan? Akan menjatuhkan sanksi ke Khairiansyah?

Saya tak akan memberikan sanksi ke Khairiansyah. Soalnya, dia sudah lapor ke Hasan Bisri. Tapi saya juga tak punya wewenang menindak Hasan Bisri, karena dia anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Saya hanya meminta mereka yang terlibat\Khairiansyah, Ketua Tim Haryanto, dan anggota BPK Hasan Bisri\supaya membuat penjelasan tertulis soal kasus ini. Dari sanalah kita baru akan melakukan langkah selanjutnya. Tapi, yang perlu digarisbawahi, seorang auditor bisa memeriksa KPU karena memiliki kewenangan. Janganlah kewenangan itu disalahgunakan dengan memberikan hasil audit ke orang lain. Nilai-nilai kerahasiaan tetap harus dijaga.

Mulyana W. Kusumah akan menuntut Khairiansyah. Apa sikap BPK?

Ini memang menjadi rumit. Menurut Khairiansyah, Mulyana-lah yang menyogok. Sebaliknya, Mulyana bilang Khairiansyah yang meminta uang. Tapi, bagaimanapun, Khairiansyah adalah auditor BPK. Meski saya tak tahu-menahu dengan langkah Khairiansyah dalam menjebak Mulyana, saya harus mendukung. BPK akan memberikan perlindungan dan bantuan hukum bagi Khairiansyah bila Mulyana menuntutnya.

Wakil Ketua KPK, Erry Riyana Hardjapamekas, bilang mereka tak memberi tahu Anda agar tak bocorc.

KPK sudah sewenang-wenang. Mereka tak boleh menduga saya akan membocorkan rencana penangkapan Mulyana W. Kusumah. Selama ini track record saya masih bersih. Sangat bersih. Erry (Wakil Ketua KPK\Red) tak pantas mempertanyakan integritas dan kebersihan saya. Saya punya sumpah jabatan yang selalu saya pegang teguh. Bahkan saya tak pernah bicara hasil audit dengan istri saya.

Anda tersinggung dengan KPK?

Ya. KPK sudah sewenang-wenang dalam menggunakan aparat BPK. Itu tak dibenarkan. Bahkan, seorang presiden pun tak bisa menggunakan aparat BPK seenaknya. Yang harus dicatat, BPK adalah lembaga tinggi negara yang dibentuk dengan Undang-Undang Dasar. Sedangkan KPK itu bukan lembaga tinggi negara. KPK cuma dibentuk lewat undang-undang. Tapi sekarang seolah-olah KPK sudah jadi monster yang paling berkuasa. Janganlah seperti itu.

Apakah Badan Pemeriksa Keuangan akan bertemu dengan KPK?

Kami sedang sibuk mengaudit Aceh. Kami juga sedang sibuk mengundang Ketua BPK dari seluruh dunia untuk pertemuan di Jakarta. Waktu saya tersita untuk itu. Tapi minggu depan kami sempatkan untuk bertemu KPK. Kami akan me-ngatur mekanisme kerja antara BPK dan KPK. Kasus seperti ini tak boleh terulang kembali. Antarlembaga negara tak boleh saling sikut. Itu namanya perang saudara.

Bolehkah KPK menggunakan auditor BPK dalam menangkap koruptor?

Monggo saja. KPK boleh memakai auditor kami untuk aksi intelijen mereka. Saya tak akan melarang asal sesuai dengan aturan. Yang penting, sebagai Ketua BPK, saya harus diberi tahu.

Anda baru menyerahkan hasil lengkap audit investigasi KPU kepada DPR. Apa hasilnya?

Ya, memang ada dugaan anggota KPU yang lain melakukan korupsi. Tapi BPK tidak berwenang untuk memastikannya. Biarlah penegak hukum dan pengadilan yang membuktikan. Laporan audit investigasi KPU sudah bisa menjadi dasar bagi penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan. Laporan itu dibuat sangat jelas. Bahkan, peran seseorang, besaran korupsi, waktu dan tempat terjadinya korupsi juga sudah dilaporkan sangat jelas. Kita tinggal menunggu aparat hukum melakukan tindakan.

(Anwar kemudian menceritakan korupsi di KPU, tapi ia meminta informasi itu off the record.)

KPU beralasan waktu yang mepet serta kondisi force majeure membuat harga logistik pemilu melambung. Benarkah?

Itu juga harus diperhatikan. Sebagai auditor, BPK harus adil dalam memberikan penilaian. Tidak ada yang meragukan keberhasilan KPU dalam menyelenggarakan pemilu. Padahal mereka memiliki waktu yang terbatas. Selain itu, kita tak punya informasi yang jelas soal penduduk. Jadi, penilaian dan audit KPU harus dilakukan secara fair.

Kepala Evaluasi BPK, Surachmin, menyebut ada tiga jenis auditor di BPK: hitam, abu-abu, dan putih. Benarkah?

Aduh, saya ini baru tiga bulan menjadi Ketua BPK. Sekarang tiba-tiba banyak demonstran datang ke saya. Mereka bila ada hauditor hitamh di BPK.

Tolong saya diberi tahu bila memang ada auditor seperti itu. Memang, saya tidak akan menutup mata. Saya sedang mencari tahu mengapa Khairiansyah tak melapor pada dua lapis atasannya. Kalau memang ada hauditor hitamh atau hauditor abu-abuh, akan saya tindak. Tapi semua itu harus dibuktikan terlebih dahulu karena menyangkut reputasi seseorang.

Ada sekitar dua ribu auditor di BPK. Bagaimana prosedur internal untuk mengontrol mereka?

BPK memiliki lembaga pengawas yang mengontrol kinerja dan kebersihan auditor. Pengawasan tersebut berlangsung timbal balik. Selain itu, saya juga punya sumber lain. Contohnya, saat pertama kali masuk ke BPK, saya baca laporan majalah Tempo soal helikopter Mi-17. Orang yang mengaudit proyek Mi-17 adalah Jujur Manurung. Anehnya, dia malah tak lagi menjabat karena tak lulus psikotes rutin. Untuk memberi semangat dan reward bagi auditor yang bersih dan berprestasi, jabatannya saya kembalikan. Kalau dia pensiun, akan diberi bintang jasa. Bagi saya, yang penting integritas seseorang. Soal psikotes cuma nomor dua.

Anda membuat larangan menerima amplop bagi auditor BPK?

Itulah sakitnya menjadi auditor BPK. Mereka hanya menerima gaji standar pegawai negeri. Padahal, kesejahteraan auditor itu akan berpengaruh pada kinerjanya. Sungguh sulit memberantas korupsi dengan imbalan gaji yang tak memadai.

Jadi, Anda pesimistis terhadap BPK?

Kita harus tetap optimistis, tapi tentu harus realistis juga. Saya memang tak bisa memberikan gaji besar ke auditor karena sudah ditentukan negara. Tapi saya berjanji kepada auditor BPK, bila berhasil menyelamatkan uang negara dan menangkap koruptor, akan saya naikkan pangkatnya. Saya juga akan memberikan bintang jasa. Pernyataan itu saya buat secara tertulis.

Bagaimana hasilnya?

Lumayan. Lihatlah, dugaan korupsi KPU sudah bisa dibongkar. Tapi kasus Mulyana W. Kusumah sebetulnya cuma kasus kecil. Mulyana itu hikan terih. Target saya sekarang yang besar-besar, seperti kasus BLBI Rp 144 triliun, kredit macet Bank Mandiri, dan korupsi Pertamina. Sebenarnya kasus itu sudah lama. Tapi Jaksa Agung yang dulu, M.A. Rachman, cuma tidur saja. Untunglah Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh mau bekerja.

Mengapa kasus Bank Mandiri baru diperiksa sekarang?

Itulah, meski audit BPK sangat jelas, kasus ini sempat tak diapa-apakan Kejaksaan Agung. Kita tak bisa hanya menyalahkan Dirut Bank Mandiri E.C.W. Neloe. Kita harus mencari tahu mengapa Bank Mandiri membeli kredit macet dari BPPN. Mungkin Neloe dipaksa-paksa Laksamana Sukardi. Selain itu, kita juga tahu bahwa rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta, dari Bank Mandiri.

Ini soal lain. Apa yang Anda bicarakan dalam pertemuan dengan Presiden minggu lalu?

Saya bilang BPK akan mendukung genderang perang pemberantasan korupsi. Soalnya, platform kampanye pemilu Presiden Yudhoyono adalah pemberantasan korupsi. Selain itu, kami juga membicarakan rencana audit pajak. Selama ini audit pajak tak bisa dilakukan karena terhalang undang-undang. Kita harus malu, sudah 60 tahun merdeka, wajib pajaknya cuma 2 juta dari 220 juta penduduk. Tax ratio kita cuma 14 persen, terendah di Asia Tenggara. Ekonom Faisal Basri bilang kebocoran pajak Rp 40 triliun per tahun. Kwik Kian Gie malah menyebut kebocoran Rp 180 triliun per tahun.

Apa tanggapan Presiden?

Beliau setuju. Saya yakin, bila diaudit, pendapatan pajak kita bisa meningkat dua kali lipat. Selama ini diduga banyak aparat pajak yang kongkalikong dengan wajib pajak. Saya berharap audit ini bisa dilakukan mulai tahun depan. Tapi kesadaran membayar pajak juga sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Itulah sebabnya Presiden harus lebih serius memberantas korupsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: