Sebuah Gelang Kebersamaan

Gelang bertulisan hSolidaritas Kebersamaanh itu diluncurkan Yayasan Tunas Cendekia pada awal Maret lalu. Penggagasnya tiada lain daripada Yudhistira Juwono, putra sulung sang Menteri, yang sekaligus pendiri itu yayasan. Dibantu istri dan beberapa teman dekat, ia membuat gelang, menjajakan, hingga mengirimkan pesanan lewat perusahaan jasa pengiriman.

Yudhistira menjamin seluruh keuntungan penjualan gelang akan didedikasikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Prioritas yayasan itu adalah anak-anak Aceh dan Nias yang baru dilanda bencana hebat. Hasilnya? Luar biasa! Gelang yang dijual dengan harga Rp 10 ribu per buah itu mendapat sambutan hangat. Kantor Yayasan Tunas Cendekia di Kompleks Dosen Universitas Indonesia, Ciputat, Banten, pun heboh melayani pesanan.

Dalam tempo satu setengah bulan tak kurang dari 12 ribu gelang laku terjual. Peminatnya beragam. Mulai dari kesebelasan Arema Malang, bintang film Meriam Bellina, presenter Dik Doang, hingga Ketua Komisi Nasional Anak, Seto Mulyadi. hIni langkah kecil untuk membantu anak-anak Indonesia,h ujar Kak Seto, bersungguh-sungguh.

Kini, gelang dengan dua ukuran\dewasa dan anak-anak\telah beredar di berbagai kota: Jakarta, Yogyakarta, Medan, Surabaya, dan Biak. hBahkan sudah dikirim ke Hong Kong dan Australia,h kata Yudhistira. Selain melayani pesanan, Yayasan Tunas Cendekia menggandeng beberapa gerai terkemuka menjadi distributor resmi, di antaranya Bakoel Koffie, Shark Station, dan Scoops. Berbeda dengan pesanan, di gerai-gerai itu para hcalon donaturh boleh membeli gelang secara eceran alias satuan.

Penjualan gelang untuk menggalang dana bukanlah barang baru. Yudhistira mengaku terinspirasi Yayasan Lance Armstrong di Amerika Serikat. Yayasan yang berkantor di Texas ini pada Mei 2004 meluncurkan gelang silikon berwarna kuning tua bertulisan hLIVESTRONGh. Setiap gelang dijual US$ 1, dan seluruh hasil penjualannya didedikasikan untuk proyek penelitian dan pengobatan kanker.

Bulan lalu, Yayasan ini menyatakan telah menjual 40 juta gelang. Beberapa nama beken seperti aktor Bruce Willis, Senator John Kerry, hingga Presiden George W. Bush kini mengenakan gelang LIVESTRONG. Selain efektif, kampanye model ini bisa menjadi sarana penggalangan dana yang luar biasa. Beberapa yayasan nirlaba dunia juga menjajakan pelbagai ide lewat gelang: antirasisme (gelang hitam-putih), antikemiskinan (gelang putih), dan antikekerasan (gelang biru).

Kini, setiap hari Yudhistira memutakhirkan data penjualan serta informasi program hSolidaritas Kebersamaanh pada situs Yayasan Tunas Cendekia. Bersama Kak Seto, ia juga sedang merancang mobil khusus untuk perpustakaan keliling di Aceh. Rencananya, perpustakaan itu berisi buku untuk anak-anak di kamp-kamp pengungsian. hAnggarannya Rp 150 juta,h katanya. hKami sedang negosiasi harga dengan produsen otomotif terkemuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: