Mandi Taubat Antimadat

“ROBBI anzilni munzalan mubarokan wa Anta khairul munzilin.” Doa khusus untuk penyembuhan ini selalu dibaca para pasien: pecandu narkoba yang tengah menjalani terapi penyembuhan. Saban hari, di bawah bimbingan para guru spiritual, setiap pukul dua dini hari, semua santri wajib menjalankan “mandi taubat” ini. Mereka harus kuat menahan kantuk dan guyuran air dingin. Ini belum termasuk pelbagai ibadah wajib dan sunah yang harus dijalani hingga larut malam. Praktis, hari-hari santri di Pondok Inabah, yang dikhususkan bagi pecandu narkoba, hanya diisi dengan salat dan zikir.

Hasilnya cespleng bagi Rizky Maesuri, 19 tahun. Jebolan STM dari Tangerang, Banten, ini sudah dua setengah bulan menghuni Pondok Inabah Suryalaya XV di Tasikmalaya. Ia masuk dalam keadaan sakau berat: tubuhnya kurus, matanya cekung. “Berat badan saya kini naik 17 kilogram,” ujarnya. Ia mengaku menjadi pecandu narkoba karena kurang perhatian orang tua yang hari-harinya digerus pekerjaan.
Continue reading

Menjaring Matahari, Menuai Laser

SIMON Menem, 40 tahun, kini tampak ceria. Anggota pasukan khusus Israel ini baru saja menjalani operasi di Rumah Sakit Sha’are Tzedek, di Yerusalem. Tim dokter berhasil membunuh kanker di kulit wajah Menem yang telah menyerangnya sejak tiga tahun lalu. “Saya berterima kasih kepada Tuhan, yang telah menciptakan matahari,” ujar Menem.

Matahari? Ya, Menem adalah pasien pertama yang menjalani operasi dengan sinar laser (light amplification by stimulated emission of radiation) dari matahari. Ini berkat temuan Jeffrey Gordon dan Daniel Feuermann dari Universitas Ben-Gurion di Israel. Kedua ahli fisika itu berhasil membuat sinar laser dari cahaya matahari. Penemuan mereka berangkat dari fakta bahwa sinar matahari merupakan sumber energi yang “tak terbatas”. Di wilayah Israel, misalnya, matahari selalu bersinar sepanjang tahun.
Continue reading

Bank dengan Modal Sperma’

CRYOBANK bukanlah sembarang bank. Bermarkas di Virginia, Amerika Serikat, bank ini tak pernah memberikan layanan perbankan dan keuangan. Tak ada brankas besar tempat menyimpan tumpukan uang. Jangan heran, yang ada dalam storage adalah deretan tabung berisi larutan nitrogen.

Cryobank adalah bank dengan modal dasar sperma manusia. Ini salah satu bank sperma terkemuka di Amerika. Bank ini menjual sperma dari sekitar 1.750 donor. Untuk mendapatkan paket sperma seharga US$ 1.000, calon pembeli tinggal mengisi formulir secara online. Calon konsumen diminta mengisi kriteria donor, mulai dari warna kulit, jenis rambut, tinggi badan, hingga pendidikan. Bahkan jenis dan warna suara pun bisa didengar lewat jaringan internet. “Kami berusaha memberikan sperma sesuai dengan pilihan konsumen,” ujar Harvey J. Stern, Direktur Medis Cryobank. Continue reading

Kembali Perkasa dengan ‘Chip’

GEORGE W. Lindh, 40 tahun, terlihat berkaca-kaca. Setelah sepuluh tahun menikah, sang istri, Sarah Lawrence, akhirnya dinyatakan positif hamil oleh tim dokter. Padahal selama ini harapan memperoleh keturunan seolah pupus. Hasil tes laboratorium menunjukkan sel sperma George W. Lindh tak memiliki kesehatan yang memadai.

Namun, dua pekan lalu jalan hidup guru di sebuah sekolah menengah di Michigan, Amerika Serikat, itu berubah. Berkat sebuah microchip karya tim peneliti Universitas Michigan, Lindh mampu membuahi kandungan sang istri. Microchip dari bahan silikon (polydimethylsiloxane) itu berhasil mem-by-pass jalan bagi sperma. Langkah “kecil” ini berhasil membuat sel sperma tak mati di tengah jalan. Sebagai imbalan, “Saya mempercayakan kepada tim peneliti untuk memberi nama sang bayi,” ujar Lindh.

Prof. Garry Smith, Ph.D., yang memimpin proyek pembuatan microchip itu, sebenarnya menerapkan sebuah ide sederhana. Menurut pelbagai riset soal kesehatan organ reproduksi pria, kemandulan kerap disebabkan oleh kematian dini sel sperma. Pada sebagian pria, sel sperma tak memiliki daya tahan terhadap gesekan antarsel dan gesekan dengan dinding saluran urethra di penis. Sebagian besar kematian terjadi saat perjalanan dari kelenjar testikel (organ penghasil sperma) menuju saluran urethra. “Microchip mengantar sel sperma keluar dengan selamat,” tutur Smith. Continue reading

Kado yang Belum Jadi

PADA 6 Maret, “Good Morning America” ABC menayangkan kisah Dimitri Bonnville, remaja Michigan yang tetap hidup setelah jantungnya ditembus paku sepanjang 7,62 sentimeter dan pada hari berikutnya mengalami serangan jantung.

Remaja 16 tahun itu awalnya perlu mesin jantung. Tapi, setelah dokter menyuntikkan sel induk ke jantung Dimitri, kondisinya membaik. Dalam lima hari, kapasitas kerja jantungnya meningkat dari 25 persen menjadi 35 persen. Perlu dua bulan lagi untuk mengetahui keefektifan terapi itu, tapi dokternya optimistis. Continue reading

Membuat Cetak Biru Manusia

FRANCIS Collins, Direktur National Human Genome Research Institute (NHGRI), menorehkan kalimat tersebut di jurnal Nature, Februari 2001 lalu. Itu merupakan publikasi pertama draf peta gen manusia, sebuah milestone pencarian jatidiri manusia. Kini, cetak biru peta gen manusia telah rampung. Francis Collins pertengahan bulan lalu mengumumkan keberhasilan proyek pemetaan gen manusia.

Sebenarnya, Proyek Pemetaan Gen Manusia bukan cerita baru. Ide proyek prestisius ini telah mengemuka sejak pertengahan dekade 1980. Kemudian, pada 1 Oktober 1989, pemerintah Amerika Serikat mendirikan Pusat Penelitian Gen Manusia Nasional. James D. Watson, salah seorang penemu struktur dobel heliks deoxyribonucleic acid (DNA), dipercaya memimpin proyek tersebut. Tepat setahun kemudian, proyek pemetaan gen manusia secara resmi dimulai. Belakangan, proyek pemetaan gen manusia menjadi milik dunia. Enam negara besarĀAmerika, Inggris, Prancis, Jerman, Cina, dan JepangĀmengambil bagian dalam proyek yang menghabiskan dana US$ 13,6 miliar (sekitar Rp 109 triliun) tersebut. Continue reading

20 Menit Melacak Sang Virus

SELAMAT tinggal Elisa, selamat datang OraQuick. Elisa alias enzyme linked immuno sorbent assay, yang selama ini diyakini sebagai alat uji HIV/AIDS yang sangat peka, menghadapi pesaing baru. Dua pekan lalu, bertepatan dengan pernyataan perang Presiden George W. Bush terhadap AIDS, Amerika Serikat meluncurkan satu detektor virus HIV baru: OraQuick Test.

Amerika, yang 900 ribu warganya terkena HIV positif (angka Departemen Kesehatan), memang terlibat perlombaan melawan lonjakan angka penderita. Sebagian dari dana perang melawan AIDS yang mencapai US$ 16 miliar itu telah dipastikan buat penyebarluasan OraQuick kepada 100 ribu dokter di negeri itu. Sebab, OraQuick adalah alat pencium virus HIV yang bekerja dengan efisien. Berlainan dengan pemeriksaan Elisa, yang makan waktu seharian, tes OraQuick hanya berlangsung 20 menit. Continue reading