Sejuta Mimpi di Las Vegas

CUACA bersahabat bulan lalu menyambut Tempo yang mendarat di Las Vegas, Amerika Serikat. Suhu 14 derajat Celsius pada sore itu sungguh melegakan. Menjejakkan kaki di selasar bandara, aroma kota judi langsung membekap. Deretan mesin judi, mulai dari Slot Machine hingga Wheel of Fortune, tiap hari menyambut ribuan penumpang yang baru turun dari pesawat terbang.

Semua itu dilegalkan oleh pemerintah Amerika. Sebuah papan di luar ruang, dengan lampu berpendar terang, menyiratkan sederet pesan: “Konstitusi Negara Bagian Nevada mengizinkan judi di Las Vegas. Aturan ini tak berlaku bagi anak di bawah usia 18 tahun.”
Continue reading

Hasjim Djalal: Malaysia Tak Bersikap sebagai Tetangga Baik

Sengketa di Blok Ambalat membuat orang menengok serius khazanah hukum laut internasional. Di Indonesia, Hasjim Djalal adalah kamus hidup mengenai hal ini. Jalan panjang sudah ditempuh Hasjim. Pada 1961, ia meraih gelar doktor dari Universitas Virginia, Amerika Serikat. Saat itu Hasjim menulis disertasi berjudul The Limit of Territorial Sea in International Laws. Sejak itu, pelbagai posisi penting ia lakoni: mulai dari anggota Dewan Maritim, duta besar urusan laut dan maritim, hingga guru besar di pelbagai universitas. Hasjim juga kerap menjadi wakil Indonesia dalam menyelesaikan kasus tapal batas dengan negara tetangga.

Untuk mengupas sengketa Ambalat, wartawan Tempo Setiyardi dan fotografer Bernard Chaniago pekan lalu mewawancarai Hasjim Djalal.
Continue reading

Pojok Peradaban di New York dan Chicago

SAYA merasa terpelanting ke empat ribu tahun silam,” kata John R. Cohen, 45 tahun, seorang pengunjung Metropolitan Museum of Art, New York.

Di hadapan Pak Cohen memang ada patung Sphinx Senworset III (1878-1841 SM) yang dingin. Tapi entahlah, melalui tatapan matanya, penguasa dinasti kedua belas kerajaan Mesir kuno itu seakan datang ke New York dengan tujuan yang tunggal: menjemput sekaligus menjebloskan pengunjung ke dalam periode hidupnya.
Continue reading

KENANGAN YANG TERSIMPAN DI MEMPHIS

TERPAMPANG di dinding Museum Stax, kalimat itu seolah melempar kita ke empat ratus tahun silam, saat musik menjadi “alat pembebasan” budak kulit hitam di Memphis. Lewat musik, terutama jenis blues yang menyayat hati, mereka berusaha mengusir kesedihan sambil menabur mimpi. Semua jejak perjalanan musik ini terekam rapi dalam Museum Stax.

Museum yang terletak di 926 East McLemore Avenue itu kini menjadi salah satu ikon penting Kota Memphis, TennesseeĀ\sebuah negara bagian Amerika Serikat yang mayoritas penduduknya beretnis Afrika-Amerika. Karena itu, ketika melawat ke kota ini dua pekan lalu, Tempo amat tertarik menengok museum yang didirikan pada 1958 itu.
Continue reading

Abdul Wahid Maktub: “Saya Akan Meminta Bantuan Ulama Yusuf Qardhawi”

DUTA Besar Indonesia untuk Qatar, Abdul Wahid Maktub, punya kesibukan baru. Sejak pekan lalu, Wahid Maktub harus bolak-balik ke kantor pusat Al-Jazeera di Doha, Qatar. Soalnya, stasiun Al-Jazeera baru saja menayangkan video penyanderaan dua pekerja wanita Indonesia di Irak. Dari tayangan Al-Jazeera, dua sandera itu diidentifikasi sebagai Rosidah binti Anom dan Rafikan binti Anim. Tak ada informasi lain. “Kami tak punya kontak selain Al-Jazeera,” ujar Wahid. Tapi Wahid berjanji melakukan negosiasi untuk membebaskan kedua sandera.

Penyanderaan Rosidah dan Rafikan langsung menuai perhatian publik Indonesia. Maklum, Irak kini menjadi negeri antah-berantah yang “tak berhukum”. Sejak jatuhnya pemerintahan Saddam Hussein tahun lalu, tercatat 140 warga negara asing telah diculik. Dan 26 orang di antaranya dipastikan telah dieksekusi. Untuk mendiskusikan pelbagai langkah untuk membebaskan Rosidah dan Rafikan, wartawan Tempo Setiyardi dan Johan Budi S.P. mewawancarai Duta Besar RI di Qatar, Abdul Wahid Maktub, lewat sambungan telepon internasional.

Berikut kutipannya:
Continue reading

Harold Crouch: “Dianggap Sekutu Amerika, Australia Jadi Sasaran Teroris”

IA sebenarnya seorang ahli masalah politik militer di Indonesia. Bukunya yang berjudul Army and Politics in Indonesia menjadi klasik dan salah satu acuan yang paling banyak diandalkan. Indonesia bukan “barang baru” bagi Harold Crouch, 69 tahun. Pengalaman Indonesia Crouch istimewa: berbahasa Indonesia dengan baik, pernah menjadi dosen di FISIP Universitas Indonesia, dan bersahabat dengan sejumlah tokoh militer RI.

Tapi, pekan lalu, bom berkekuatan besar meledak. Waktu itu, guru besar Department of Political and Social Change Universitas Nasional Australia ini berada di Kedutaan Besar Australia. Tiada warga Australia yang jadi korban, dan ia hanya menyebut, “Bunyinya memekakkan.” Tapi Crouch setuju dengan langkah cepat pemerintahnya yang langsung mengirim sembilan ahli bom ke Jakarta.
Continue reading

Tergiur Gemerencing Yen

Deskripsi
Bersama kawan-kawannya, Dewi dan Nurlela terjebak dalam bisnis prostitusi di Jepang. Inilah kisah mereka.

Dewi, 20 tahun

Kesedihan masih menggurat di wajahnya. Dewi (bukan nama sebenarnya), perempuan kelahiran Desa Sumber Pucung, Pogung Rejo, Blitar, menyimpan seribu luka di hati. Selama berbulan-bulan, ia dipaksa melayani pelbagai imajinasi seksual laki-laki Jepang. “Sampai sekarang, saya masih merasa trauma,” tuturnya kepada TEMPO belum lama ini.
Continue reading