WARISAN UNTUK SANG JENDERAL

Segudang masalah menanti Komisaris Jenderal (Polisi) Sutanto, calon Kapolri yang baru. Pekerjaan rumah ini merupakan warisan era Kapolri Da’i Bachtiar. Berikut beberapa di antaranya:

KASUS PEMBUNUHAN MUNIR

Pada 7 September 2004, Indonesia digemparkan oleh kematian Munir, aktivis hak asasi manusia terkemuka. Munir, 40 tahun, tewas dalam penerbangan dengan maskapai Garuda dari Jakarta menuju Amsterdam. Tim dokter Belanda memastikan kematian Munir akibat racun arsenik. Polisi kini menetapkan tiga orang tersangka\Pollycarpus Budihari Priyanto (aviation security), Yeti Susmiyarti (pramugari), dan Oedi Irianto (awak kabin).
Continue reading

Advertisements

Gereja yang Nyaris Bertauhid

SEKITAR 500 jemaat Kristen Advent tiga pekan lalu berkumpul di ruang pertemuan gedung Argo Pantes di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Beberapa saat setelah mereka menyenandungkan lagu-lagu rohani, seorang lelaki naik ke mimbar. Namanya Robert P. Walean. Dengan menggunakan perangkat Infocus, ia mempresentasikan apa yang ia sebut “Islam hanif”. Dengan lantang ia pun berfatwa, “Alkitab dan Al-Quran menunjukkan bahwa Islam hanif adalah ajaran yang diterima oleh Allah.”

Lelaki kelahiran Manado 67 tahun silam itu tidak sedang bercanda. Setelah tiga tahun meneliti Alkitab dan Al-Quran, ia mengaku menemukan ajaran Islam hanif. Penemuan itu bermula ketika Robert bangkrut sebagai eksportir furnitur. Sejak itu, sarjana ekonomi dari perguruan tinggi swasta di Jakarta itu banting setir. “Saya tak ingin mengejar dunia lagi. Lebih baik mengurus akhirat,” katanya.
Continue reading

Hamid Awaludin: SAYA JADI SASARAN TEMBAK

ADA yang tak beres pada perut Hamid Awaludin, 45 tahun. Beberapa pekan terakhir, asam lambung Menteri Hukum dan HAM ini meningkat drastis. Pemberitaan tentang korupsi Komisi Pemilihan Umum menyita pikirannya. hSaya pusing,h ujarnya. Komisi Pemberantasan Korupsi dipastikan segera memeriksa bekas anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu

Menurut Kepala Biro Keuangan KPU, Hamdani Amin, setiap anggota KPU, termasuk Hamid, menerima huang rekananh US$ 105 ribu. Betulkah? Jumat pekan lalu, kepada wartawan Tempo Setiyardi, Hamid bicara melalui sambungan telepon internasional. Beberapa hari terakhir Hamid berada di Helsinki, Finlandia, untuk berunding dengan petinggi Gerakan Aceh Merdeka.
Continue reading

Menunggu Wahyu dari Yudhoyono

KECEMASAN menerpa Heru Siswanto. Ketua Partai Demokrat yang populer dengan panggilan Sys N.S. itu pekan lalu masygul dengan Rancangan Tata Tertib Kongres Partai Demokrat. Soalnya, dalam rancangan tata tertib itu tak ada larangan bagi pejabat negara maju ke bursa ketua umum partai. hRancangan itu tak sesuai harapan,h ujar Sys N.S. hItu dibuat untuk mengegolkan seseorang.h

Kegundahan Sys N.S. beralasan. Sebagai kandidat ketua umum dalam kongres yang pekan ini digelar di Bali, Sys N.S. harus mencermati tiap pasal dalam rancangan tata tertib. Sejak awal Sys berharap kriteria Ketua Umum Partai Demokrat adalah tokoh yang memiliki waktu untuk membesarkan partai. hSeorang menteri terlalu sibuk dengan urusan negara,h ujarnya.
Continue reading

Ketua BPK, Anwar Nasution: Jangan Pertanyakan Integritas Saya

JALAN Gatot Subroto, suatu siang pekan silam. Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pekan lalu dijaga superketat bak Jakarta saat kerusuhan. Satu peleton polisi bersenjata dan puluhan satpam siaga mengawasi setiap tamu yang datang. Identitas, barang bawaan, dan tujuan kedatangan setiap tamu diteliti dengan cermat. Petugas keamanan akan mengkonfirmasi kedatangan seseorang lewat telepon internal. Tak jarang pintu gerbang masuk BPK setinggi dua setengah meter tiba-tiba ditutup rapat. hTak boleh lewat sini. Semua harus lewat pintu di belakang,h ujar seorang polisi yang menenteng senjata laras panjang.

Sepekan silam, gedung Badan Pemeriksa Keuangan sedang menjadi sasaran gelombang para demonstran menggugat sikap Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution yang dianggap tak mendukung pemberantasan korupsi. Aksi yang dimotori LSM dan mahasiswa itu sempat meminta Anwar mundur dari jabatan Ketua BPK. Soalnya, Anwar tak mendukung langkah auditor BPK, Khairiansyah, yang ikut menangkap Mulyana W. Kusumah\anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga melakukan korupsi. hKhairiansyah bukan intel,h kata Anwar Nasution, hTak perlu ikut-ikutan menjebak Mulyana.h

Untuk menjawab seputar polemik korupsi di KPU, wartawan Tempo Setiyardi, Kamis pekan lalu, mewawancarai Anwar Nasution. Selama dua jam wawancara, Anwar menjawab semua pertanyaan dengan lugas. Berikut kutipannya.
Continue reading

Sebuah Gelang Kebersamaan

Gelang bertulisan hSolidaritas Kebersamaanh itu diluncurkan Yayasan Tunas Cendekia pada awal Maret lalu. Penggagasnya tiada lain daripada Yudhistira Juwono, putra sulung sang Menteri, yang sekaligus pendiri itu yayasan. Dibantu istri dan beberapa teman dekat, ia membuat gelang, menjajakan, hingga mengirimkan pesanan lewat perusahaan jasa pengiriman.

Yudhistira menjamin seluruh keuntungan penjualan gelang akan didedikasikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia. Prioritas yayasan itu adalah anak-anak Aceh dan Nias yang baru dilanda bencana hebat. Hasilnya? Luar biasa! Gelang yang dijual dengan harga Rp 10 ribu per buah itu mendapat sambutan hangat. Kantor Yayasan Tunas Cendekia di Kompleks Dosen Universitas Indonesia, Ciputat, Banten, pun heboh melayani pesanan.
Continue reading

Bara Api di Sekitar Merbau

GEBRAKAN Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban yang terus menggedor mafia pembalakan ilegal mulai memasuki babak seru. Langkah-langkahnya tidak saja telah menggergaji aksi para pembalak hutan\terbukti sudah puluhan cukong dan beking diciduk aparat. Tetapi ternyata aksinya juga menyebabkan Gubernur Papua J.P. Solossa ikut terusik dan tak senang. Pak Gubernur lalu melaporkan Kaban ke Wakil Presiden Jusuf Kalla dan membuat perseteruan ini menjadi terbuka, pekan lalu.

Tak ada asap tanpa api. Bara perseteruan ini dipantik dari rasa kecewa sang Gubernur akibat anak buahnya, Marthen Kayoi, ikut tersambar manuver Kaban. Kepala Dinas Kehutanan Papua itu dicokok Tim Operasi Hutan Lestari bentukan Kaban, karena dituding bersekongkol dengan pembalak hutan Papua dengan mengeluarkan izin penebangan kayu. Sejak 13 Maret lalu, Marthen Kayoi mendekam di sel tahanan Polda Papua di Jayapura. Bersama Marthen, puluhan cukong juga diringkus. Tak ketinggalan 150 ribu meter kubik kayu gelondongan ilegal dan 200 alat berat diamankan.
Continue reading