Bisa Mencopot Pejabat Polisi

KOMISI Kepolisian sudah dikenal di banyak negara. Di negeri maju, komisi ini merupakan lembaga independen yang bebas dari kekuatan eksekutif dan kepolisian.

Di Inggris, misalnya, ada Police Commission yang secara resmi memantau kinerja dan penyimpangan oleh aparat kepolisian. Mereka bisa mencopot pejabat polisi yang terbukti menyalahgunakan kekuasaan.

Di samping Police Commission, Inggris juga memiliki “komisi swasta” yang bernama Independent Police Complaints Commission (IPCC). Nah, IPCC kini justru lebih populer di masyarakat Inggris.

Selain lewat telepon, situs resmi IPPC (www.ipcc.gov.uk) juga menampung laporan masyarakat. Meski polisi Inggris dikenal sangat santun, setiap hari puluhan laporan masyarakat masuk ke IPCC.

Di beberapa negara berkembang, peran komisi kepolisian juga sudah lama. Tengok saja Filipina, yang memiliki National Police Commission (Napolcom). Komisi yang berdiri pada 1966 itu dipimpin tokoh sipil.

Napolcom memiliki kewenangan luas, mulai dari rekrutmen polisi, mengontrol perilaku polisi, hingga memikirkan kesejahteraan aparat hukum itu. Napolcom membuka akses via Internet kepada publik untuk melaporkan kejahatan yang dilakukan polisi. Situs resmi mereka, http://www.napolcom.gov.ph, tak pernah sepi pengunjung.

Advertisements

KOMISI SEKADAR MENGAUM

MESKI lolos dalam seleksi akhir pemilihan anggota Komisi Kepolisian Nasional, Sukarni Ilyas, 53 tahun, tak tampak antusias. Bila toh ditetapkan presiden sebagai anggota Komisi Kepolisian, Direktur Pemberitaan SCTV ini mengaku tak bisa berbuat banyak.

Sukarni menganggap kewenangan Komisi Kepolisian sangat jauh panggang dari api. “Komisi cuma berhak memberi saran ke presiden,” kata Sukarni. Kegundahan Sukarni tak cuma soal kewenangan.
Continue reading

WARISAN UNTUK SANG JENDERAL

Segudang masalah menanti Komisaris Jenderal (Polisi) Sutanto, calon Kapolri yang baru. Pekerjaan rumah ini merupakan warisan era Kapolri Da’i Bachtiar. Berikut beberapa di antaranya:

KASUS PEMBUNUHAN MUNIR

Pada 7 September 2004, Indonesia digemparkan oleh kematian Munir, aktivis hak asasi manusia terkemuka. Munir, 40 tahun, tewas dalam penerbangan dengan maskapai Garuda dari Jakarta menuju Amsterdam. Tim dokter Belanda memastikan kematian Munir akibat racun arsenik. Polisi kini menetapkan tiga orang tersangka\Pollycarpus Budihari Priyanto (aviation security), Yeti Susmiyarti (pramugari), dan Oedi Irianto (awak kabin).
Continue reading